Anak dan Perempuan dalam Film Horor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film Danur 2: Maddah meraih lebih dari 2,5 juta penonton. Instagram

    Film Danur 2: Maddah meraih lebih dari 2,5 juta penonton. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Menarik untuk ditelaah, kenapa wanita dan anak-anak selalu menjadi objek/korban di setiap film horor belakangan ini. Mulai dari Conjuring, Annabellesampai IT, semuanya menjadikan anak kecil dan perempuan sebagai tokoh utama untuk menjadi korban si setan.

    Film IT apalagi. Film yang berjudul IT tapi gak ada komputernya ini (oke maaf galucu), bahkan memakai hampir semua tokohnya adalah anak-anak.

    Barangkali sang pembuat film horor bermaksud menyentuh hati pembaca, karena sebagian besar umat manusia di muka bumi ini bisa dibilang suka dengan anak-anak. Sehingga saat anak-anak disakiti otomatis sensor rasa kasihan (istilah macam apa ini) itu akan lebih tersentuh.

    Perempuan juga begitu, kerapkali menjadi objek dalam kebanyakan film horor. Baik film mancanegara, maupun film dalam negeri. Sebut saja film Danur, tokoh yang menjadi objek di sini adalah perempuan. Ohya, bahkan anak-anak juga menjadi objek dalam film ini. Anak-anaknya perempuan lagi. Nahlo.

     

    Artikel ini sudah tayang di ISA ALKAF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.