Cara Bertahan Saat Traveling di Singapura dengan Bujet 40 Dolar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta Zentai Art Festival berfoto bersama setelah melakukan pawai di pusat perbelanjaan Orchard Road, Singapura, 23 Mei 2015. 50 peserta berpawai untuk memeriahkan festival seni zentai yang diselenggarakan oleh kedutaan Besar Jepang. REUTERS/Edgar Su

    Peserta Zentai Art Festival berfoto bersama setelah melakukan pawai di pusat perbelanjaan Orchard Road, Singapura, 23 Mei 2015. 50 peserta berpawai untuk memeriahkan festival seni zentai yang diselenggarakan oleh kedutaan Besar Jepang. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Jakarta - Saya memang telah dua kali traveling ke Singapura. Namun ada yang berbeda kali ini, yakni uang saku saya hanya 40 dolar Singapura. Ha? Emang cukup? Cukup kok, bahkan lebih.

    Ya, karena saya hanya 18 jam di Singapura dan enggak main ke tempat wisata seperti Universal Studio Singapura atau Singapore Flyer. Ketika mendarat di Terminal 2 Bandara Changi, saya langsung mencari Skytrain (kereta ringan) ke Terminal 3 untuk naik MRT.

    Tujuan saya adalah Orchard Road. Stasiun Orchard berada di salah satu pusat perbelanjaan yang kebetulan bersebelahan dengan Mal Takashimaya yang akan saya tuju untuk bertemu teman. Kemudian saya berjalan ke luar mal tersebut dan berjalan tidak jauh.

    Peserta Zentai Art Festival berinteraksi dengan pengunjung pusat perbelanjaan Orchard Road di Singapura, 23 Mei 2015. 50 peserta berpawai untuk memeriahkan festival seni zentai yang diselenggarakan oleh kedutaan Besar Jepang. REUTERS/Edgar Su

    ADVERTISEMENT

    Saya makan di Mal Takashimaya . Jangan khawatir. Meskipun mal ini tergolong premium, ada foodcourt yang patut dicoba. Namanya Food Village. Adanya di basement. Ada banyak pilihan makanan di foodcourt itu. Namun harus sabar. Soalnya ramai banget. Apalagi harus berebut tempat duduk. A

    Saya pesan paket nasi, buncis, dan telur orak-arik dengan harga 3,5 dolar Singapura. Harga ini termasuk murah bila dibandingkan dengan tempat lainnya, yang harganya bisa sampai 10 dolar.

    Setelah Orchard, saya berencana mengunjungi teman saya yang lain. Kebetulan saat itu dia sedang sakit dan dirawat di Mount Elizabeth di daerah Novena. Untuk pergi ke Novena, saya hanya harus melewati satu stasiun, yaitu Newton. Kalau tidak salah harga tiketnya 1,5 dolar Singapura.

    Beruntunglah saya karena RS Mount Elizabeth berada tepat di seberang Stasiun MRT Novena.  Jadi saya tidak perlu repot berjalan jauh atau bertanya kepada orang untuk pergi ke sana.

    Setelah selesai menjenguk teman, saya harus balik lagi ke bandara untuk istirahat di sana. Sama seperti rute sebelumnya, saya harus transit di City Hall dan Tanah Merah. Tiket dari Novena ke Changi 2,5-3 dolar Singapura.

    Kalau dijumlah, seluruh perjalanan plus makan malam ini kira-kira 10,5 dolar Singapura. Jadi, saya masih punya 29,5 dolar di kantong. Uang tersebut saya pakai untuk beli cokelat wine Jack Daniels dan beberapa coklat yang agak mahal lainnya di bandara.

    Pengunjung melintasi di taman buatan di dalam Bandara Changi, Singapura, Senin (9/12). Pengunjung dapat menikmati taman buatan bernama Enchanted Garden yang dibuat menyerupai suasana alam sungguhan ketika menanti penerbangan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Di Bandara Changi, saya bisa tidur di mana pun. Salah satunya taman buatan yang ada di beberapa titik. Di situ saya dan penumpang lain bisa tiduran di kursi panjang. Sebenarnya nyaman saja tidur di situ. Namun kadang ada suara kodoknya. 

    Beberapa kursi juga memiliki koneksi untuk mengisi baterai ponsel. Jadi sambil tidur dan charge ponsel. Jaringan internet di Bandara Changi ini juga lumayan lancar. Namun sebelumnya harus registrasi dulu untuk mendapatkan akses Internet lewat ponsel.

    Tips:

    • Beli oleh-oleh di daerah Bugis. Saya lebih senang beli oleh-oleh di Bugis daripada Mustafa karena pilihannya bervariasi. Mustafa tempatnya terlalu besar untuk disinggahi dan harus naik-turun tangga untuk cari-cari suvenir. Saya lebih merekomendasikan Bugis untuk beli oleh-oleh.
    • Sebaiknya isi pulsa di atas Rp 100.000. Untuk berkomunikasi dengan teman, saya cukup kesulitan karena tidak membeli nomor lokal di Singapura. Alhasil pulsa Rp 150 ribu tidak cukup. Koneksi Wi-Fi pun terbatas sehingga sulit untuk memakai Internet.
    • Bawa roti sobek untuk isi perut. Hal ini patut dicatat supaya ketika enggak nemu foodcourt atau tempat makan, kalian tidak akan sakit perut.

    Nah, gimana? Seru kan. Untuk yang hobi traveling atau lagi mau coba-coba untuk melancong sendirian, enggak ada salahnya dicoba.

    Happy traveling....

    Artikel ini telah tayang di Ranseldansandaljepit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji