Dari Gunung Bromo, Saya Belajar Mencintai Gunung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan mendokumentasikan terbitnya matahari di Kawasan Obyek Wisata Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, 27 November 2017. ANTARA FOTO

    Wisatawan mendokumentasikan terbitnya matahari di Kawasan Obyek Wisata Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, 27 November 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah menjelajah area pantai sekitar delapan bulan lalu, kini saya mencoba menjelajahi gunung. Gak usah gunung yang ekstrim ala anak pecinta alam sesungguhnya, cukup yang sedang-sedang saja. Pokoknya bisa merasakan sendiri rasanya menanjak gunung dengan udara dingin pegunungan. Akhirnya saya menggabungkan diri dengan paket tur ala backpacker bernama Jelajah Pulau Indonesia dengan tujuan Gunung Bromo di daerah Pasuruan, Jawa Timur. Agenda utama tur ini adalah sebagai berikut:

    1. Melihat matahari terbit.
    2. Berkunjung ke daerah gurun pasir, disebut juga savana, yang katanya ada pasir berbisik.
    3. Menaiki ratusan anak tangga untuk sampai di puncak gunung yang ada kawah-nya.
    4. Mengunjungi bukit Teletubbies.

    Sekitar jam tiga pagi, rombongan bersiap untuk memulai perjalanan. Dengan jaket tebal, tambahan shawl untuk menghangatkan leher, sarung tangan, kaos kaki, dan topi, kami siap menghadapi udara dingin. Kami menaiki mobil jeep yang sudah disediakan. Jeep ini bisa menampung enam orang, dua orang di kursi depan dan empat orang di kursi belakang, ditambah dengan seorang sopir.

    Saya duduk di kursi belakang, tepat di belakang sopir. Kami pun berangkat melebur dengan jeep-jeep lainnya yang berjalan berbaris mengikuti jalan yang berkelok dan menanjak, terkadang dengan tanjakan curam dan belokan tajam. Kata anggota rombongan yang duduk di kursi depan, dia berasa serem banget ngeliat jalanan di depannya yang berkelok-kelok tajam itu, apalagi kanan-kiri jalan itu jurang.

    ADVERTISEMENT

    Sekitar jam setengah lima, kami sampai di puncak dan bisa melihat matahari terbit. Setelah itu kami kembali menaiki jeep untuk turun menuju padang pasir. Ternyata beginilah padang pasir yang selama ini saya lihat di TV itu. Oya, saya juga teringat dengan salah satu scene di video klip Agnes Monica "Godai Aku Lagi" saat dia dan para penarinya lagi nge-dance di tengah padang pasir dan menghentak pasir sampai pasirnya berterbangan dramatis. Siapa tahu kedua adegan itu dibuat di padang pasir ini.

    Setelah puas jeprat-jepret padang pasir dari berbagai sisi (karena berasa sedang berada di negeri antah berantah), perjalanan berlanjut dengan menyusuri padang pasir yang menanjak berupa gundukan-gundukan, lalu menaiki ratusan anak tangga, hingga sampailah di puncak Gunung Bromo yang ada kawah-nya.

    Perjalanan mendaki gundukan pasir itu agak melelahkan. Rasanya setiap saya melangkah itu sia-sia. Kaki kanan melangkah, lalu setengah merosot. Kaki kiri melangkah, lalu setengah merosot. Begitu seterusnya...Oya selama berada di area padang pasir ini, baiknya memakai masker untuk menutupi mulut dan hidung karena pasirnya lumayan heboh berterbangan. Kalau nggak kuat mendaki atau kaki masih gempor saat turun-nya, bisa menunggang kuda yang banyak disewakan di sekitar situ. Destinasi terakhir adalah bukit Teletubbies yang terdiri dari bukit-bukit landai yang subur kehijauan, seperti di serial Teletubbies.


    Buat saya, cukup ini yang pertama & terakhir aja deh ke Bromo. Heehee. Ternyata saya bukan tipe anak pecinta alam.

    Nah keesokan harinya, saya memisahkan diri dari rombongan untuk melanjutkan perjalanan menuju Batu, tepatnya ke Jawa Timur Park (Jatim Park) yang katanya bagus itu. Jatim Park adalah sebuah area hiburan dengan menggabungkan konsep bermain dan belajar.

    Di dalamnya, terdapat berbagai wahana-wahan permainan seperti di Dufan dan sarana belajar tentang sejarah, alam, teknologi, dan budaya (seperti Taman Mini Indonesia Indah). Jatim Park terdiri dari Jatim Park 1, Jatim Park 2, Eco Green Park, Museum Satwa, Batu Secret Zoo (kebun binatang), dan Batu Night Spectacular. Secara keseluruhan, Jatim Park adalah tempat hiburan dan pendidikan yang sangat bagus dan sangat luas.

    Mulai dari konsep setiap lokasi yang matang dan tampilan visual yang kreatif, terjaganya kebersihan dan kerapihan, serta koleksi hewan di Batu Secret Zoo yang lengkap, serta semua hewan-hewan di sana tampak sangat sehat dan dirawat dengan sangat baik. Jatim Park diklaim sebagai tempat hiburan dan pendidikan bertaraf internasional, bener dan kerasa banget ;)

    Tulisan ini sudah tayang di Dunianomaden


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji