Rabu, 17 Oktober 2018

Meski Susah Dideteksi, Disleksia Bisa Dikenali Gejalanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilmuwan fisika, Albert Einstein, dipercaya mengidap disleksia dan dikira sebagai siswa yang lambat belajar. Namun ia berhasil menciptakan teori relativitas dan mendapatkan Penghargaan Nobel Fisika. Wikipedia

    Ilmuwan fisika, Albert Einstein, dipercaya mengidap disleksia dan dikira sebagai siswa yang lambat belajar. Namun ia berhasil menciptakan teori relativitas dan mendapatkan Penghargaan Nobel Fisika. Wikipedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa tokoh dunia mengalami disleksia. Disleksia adalah kelainan yang menyebabkan seseorang yang mengalami gangguan dalam proses belajar. Pengidap disleksia akan mengalami kesulitan dalam membaca, menulis dan mengeja. Orang yang mengidap kelainan ini akan kesulitan dalam mengidentifikasi suatu kata yang diucapkan.

    Disleksia biasanya menyerang pada anak-anak. Mereka memiliki penglihatan dan kecerdasan yang normal. Artinya, kelainan ini tidak ada hubungannya dengan kecerdasan seseorang.

    Gejala-gejala Disleksia

    Gejala disleksia sangat bervariasi dan setiap orang yang mengalami gangguan ini tidak akan mengalami gejala yang sama. Hal tersebut karena kelainan ini sulit dikenali, terutama jika anak-anak sudah memasuki usia sekolah. Ada beberapa jumlah gen keturunan yang diduga atau dianggap dapat mempengaruhi perkembangan otak yang mengendalikan fonologinya, yaitu ketelitian dan kemampuan dalam memahami lisan atau suara. Misalnya membedakan kata ragu menjadi lagu.

    Namun gejala disleksia pada balita dapat dikenali dengan cara di bawah ini:

    • Perkembangan bicara yang lebih lamban dibandingkan anak-anak seusianya.
    • Membutuhkan waktu lama untuk belajar kata baru, misalnya keliru menyebut kata “ibu” menjadi kata “ubi”.
    • Kesulitan menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan diri, misalnya kesulitan untuk memilih kata yang tepat atau kesulitan menyusun kata dengan benar.
    • Kurang memahami kata-kata yang memiliki rima, contohnya “putri menari sendiri”.

    Gejala-gejala disleksia biasa akan lebih jelas ketika anak mulai belajar membaca dan menulis di sekolah. Anak kita akan mengalami beberapa kesulitan yang meliputi:

    • Kesulitan memroses dan memahami apa yang didengarnya.
    • Lamban dalam mempelajari nama dan bunyi abjad.
    • Sering salah atau terlalu pelan saat membaca.
    • Lamban saat menulis dan tulisan yang tidak rapi.
    • Kesulitan mengingat urutan, misalnya urutan abjad atau nama hari.
    • Cenderung tidak bisa menemukan persamaan atau perbedaan pada a
    • Kesulitan mengeja, misalnya huruf “d” sering tertukar dengan huruf “b”, atau angka “6” dengan angka “9”
    • Lamban dalam menulis, misalnya saat didikte atau menyalin tulisan.
    • Kesulitan mengucapkan kata yang baru dikenal.
    • Memiliki kepekaan fonologi yang rendah. Contohnya, mereka akan kesulitan menjawab pertanyaan “bagaimana bunyinya apabila huruf ‘b’ pada ‘buku’ diganti dengan ‘s’?”

    Karena sulit dikenali, disleksia terkadang ada yang baru disadari setelah ia beranjak remaja bahkan dewasa. Beberapa di antaranya adalah:

    • Kesulitan membaca dan mengeja.
    • Kesulitan menyalin catatan serta membuat karya tulis, misalnya makalah atau laporan.
    • Bermasalah dalam mengekspresikan sesuatu melalui tulisan atau meringkas suatu cerita.
    • Sering tidak memahami lelucon atau makna bahasa kiasan, contohnya istilah “otak encer” yang berarti pintar.
    • Kesulitan dalam mengatur waktu, misalnya tenggat waktu dalam tugas.
    • Kesulitan mengingat hal-hal yang berurutan, misalnya nomor telepon.
    • Cenderung menghindari kegiatan membaca dan menulis.
    • Kesulitan berhitung.

    Jika kita mencemaskan perkembangan kemampuan membaca dan menulis anak kita yang terasa lambat, hubungilah dokter. Pemeriksaan juga berguna untuk memastikan apakah ada gangguan medis lainnya atau tidak, contohnya gangguan penglihatan atau pendengaran.

    Tulisan ini sudah tayang di Herlandmag


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.