Rabu, 26 September 2018

Bernostalgia, Menonton Ulang Balet Ramayana di Candi Prambanan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan menikmati Taman Wisata Candi Prambanan di Sleman, Yogyakarta, 23 Desember 2016. Candi Prambanan menjadi salah satu tujuan wisata favorit saat liburan akhir tahun. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    Wisatawan menikmati Taman Wisata Candi Prambanan di Sleman, Yogyakarta, 23 Desember 2016. Candi Prambanan menjadi salah satu tujuan wisata favorit saat liburan akhir tahun. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gue mau share tentang salah satu obyek wisata Indonesia,  yakni Candi Prambanan. Candi Hindu terbesar di Indonesia ini masuk dalam situs warisan dunia dari UNESCO. Gue ke sana saat bertugas menemani klan Kusnadi berlibur ke Yogyakarta pada 27-31 Desember 2017.

    Malam-malam pingin nonton Ramayana balet di sini. Sebenarnya dulu waktu kecil gue pernah ke sini di acara study tour sekolah. Cuma nggak ingat itu kapan dan di sini kayak apa. Karena adik gue (Kusnadi kecil) belum pernah melihat seni-seni tradisional kece kayak gini, gue bawa aja tuh anak ke sini.

    Jadi dalam setahun pertunjukan, 6 bulan bikin di indoor, 6 bulan di outdoor. Karena gue datang di musim hujan, pertunjukan dipertontonkan di dalam gedung.

    Setengah bangku penonton kosong di awal pertunjukan, tapi terus terisi dan ketika pertunjukan selesai, kursi penonton hampir penuh. Gue lihat mayoritas penontonnya adalah keluarga (bapak, ibu, anak, nenek dan kakek datang ramai-ramai). Ada juga bule-bule adventure zaman now gitu.

    Walaupun sempet agak ngantuk karena pertunjukannya berlangsung cukup lama, tapi senang sih gue nonton tariannya. Tapi gue kesel sama salah 1 part dalam ceritanya. Kenapa?

    Singkatnya, pertunjukan Ramayana menceritakan perjalanan Rama menyelamatkan istrinya, Sinta, yang diculik Rahwana. Nah tapi ketika Rama menemukan Sinta dan berhasil menyelamatkan gitu, dia sempet agak meragukan kesucian istrinya, takutnya udah diapa-apain sama Rahwana kan. Terus kenapa? Kalopun sampe dia diapa-apain, terus kenapa? Namanya juga diculik, amsiong. Yah walaupun dalam cerita ini, Sinta bisa membuktikan kesuciannya dan akhirnya happy ending, tetep aja gue baper sama jalan ceritanya. Huh.

    Walau sekarang gue merasa mood Jogja sudah berubah (lebih ramai, macet dst) tapi waktu gue nonton pementasan ini, masih kalem-kalem Jogja rasanya. Kalau menurut kalian, tempat mana lagi yang keren dan harus gercep buat didatengin?

    Tulisan ini sudah tayang di Johanakusnadi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.