Tetap Hits, Simak 9 Tip Ini Sebelum ke Museum Macan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung menikmati salah satu karyainstalasi seni Yayoi Kusama di Museum Macan, Jakarta Barat. TEMPO/Aisha

    Pengunjung menikmati salah satu karyainstalasi seni Yayoi Kusama di Museum Macan, Jakarta Barat. TEMPO/Aisha

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari kedua pembukaan Museum Macan Yayoi Kusama di Kedoya, Jakarta Barat, saya meluangkan waktu setengah hari untuk mengunjungi tempat tersebut. Dari awal tahu kabar Museum Macan akan berkolaborasi dengan Ms. Yayoi Kusama, saya antusias banget.

    Ms. Yayoi ini terkenal dengan karya seninya yang berupa polkadot, jaring-jaring, dan labu. Saya penasaran dengan karyanya karena sebelumnya sudah pernah lihat di Singapura.

    Rasa penasaran makin jadi waktu pembukaan pameran Ms. Yayoi Kusama di Museum Macan dihadiri oleh para public figure. Lihat foto-foto mereka saja sudah keren, bagaimana kalau lihat karyanya langsung. Akhirnya, hari kedua, saya bisa melihatnya langsung.

    Beberapa pekan lagi, pameran itu kelar. Bila belum menyaksikan, Anda yang di Jakarta sebaiknya datang. Namun, sebelum berkunjung, Anda bisa mempertimbangkan beberapa tip ini. Tentu saja ini dari pengamatan saya sewaktu mengunjungi museum tersebut.

    ADVERTISEMENT

    1. Membeli tiket online

    Tiket on the spot hanya untuk jam-jam berikutnya dan tidak perlu antre membeli tiket lagi. Selalu simpan tiket karena akan ada pengecekan di dalam area pameran. Harga tiket untuk dewasa Rp 100 ribu per orang, anak-anak dibawah 12 tahun Rp 80 ribu orang.

    2. Naik ojek atau kendaraan umum saat ke Museum Macan

    Di Museum Macan, letak parkir motor & mobilnya lumayan jauh. Jadi lebih praktis naik ojek atau kendaraan umum. Untuk kendaraan umum, ada busway jurusan Lebak Bulus-Harmoni dan angkot merah B17 jurusan Grogol-Pasar Inpres (kedua angkutan ini cukup jalan jaraknya dengan Museum Macan).Seorang pengunjung melihat karya Yayoi Kusama di Museum Macan. TEMPO/Dian Yuliastuti

    3. Datang saat hari kerja

    Kalau bisa sih ke Museum Macannya weekday. Weekend boleh, tapi pagi jam 10.00. Selain itu, banyakin stok sabar ya karena antreannya panjang banget.

    4. Masuk ke area pameran sesuai waktu di tiket

    Saat memesan, ada pilihan jam kunjungan. Di tiket pun ada jam kunjungannya. Jadi usahakan tepat waktu karena jam kunjungan dibatasi 2 jam setelah jam. Lewat dari jam itu, tiket hangus.

    5. Hanya kamera ponsel yang diizinkan dibawa ke area pameran

    Jadi jangan coba-coba bawa SLR atau kamera besar ya. Jangan pakai flash atau lampu kilat dan alat bantu foto semacam tripod juga.

    6. Siapkan mau foto dan pose seperti apa jika masuk ke ruangan kecil

    Ada tiga ruangan kecil yang hanya diperbolehkan untuk foto beberapa menit. Antreannya pun panjang. Jadi harus disiapkan benar apa yang mau dilakukan di ruangan itu. Apalagi kalau mau foto. Banyak kejadian yang fotonya cuma sedikit gara-gara enggak persiapan.

    7. Dilarang membawa makanan dan minuman ke area pameran

    Kalau mau praktis, lebih baik enggak usah bawa makanan dan minuman karena nantinya wajib disimpan di tempat penitipan.Karya Yayoi Kusama di Museum Macan. TEMPO/Dian Yuliastuti

    8. Lebih baik bawa tas seukuran clutch

    Tas berukuran besar wajib disimpan di penitipan barang. Kalau mau praktis, bawa tas seukuran clutch. Titip tas antre kalau weekend. 

    9. Jangan menyentuh karya seni dan melewati batas tali

    Etika untuk tak menyentuh karya seni wajib diperhatikan. Selain itu, berjalanlah dengan tenang. Jangan berlari dan atur HP ke mode senyap.

    Artikel ini telah tayang di Mirzapradita.com


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.