Rabu, 26 September 2018

Warna Tonjolkan Penampilanmu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makeup flawless

    Ilustrasi makeup flawless

    TEMPO.CO, Jakarta -Warna sangat mempengaruhi penampilan seseorang. Penampilan, bagaimana pun akan memengaruhi penilaian awal orang lain terhadap diri kita. Diakui atau tidak, sebenarnya penampilan kita itu bisa menambah kepercayaan diri.

    Berangkat dari situ, saya mengikuti workshop Personal Branding bertajuk Bring Your Best yang diadakan oleh Indonesiana dan Tempo Institute. Workshop ini mengundang dua narasumber yang expert dan telah berpengalaman di bidangnya yaitu, Debora Amelia Santoso (peraih penghargaan Top 5 PR Indonesia) dan Fitria Carolina Adiwibowo ( Make Up Artist dari Australia dan manager editor majalah fashion Australia). Selama menyampaikan materi, kedua narasumber sangat ramah dan supel. Rasanya sangat nyaman belajar dari beliau berdua.

    Secara garis besar, -bagi saya- workshop tersebut membuka kesadaran saya akan pentingnya warna untuk menggambarkan bagaimana dan seperti apa diri kita terutama saat pandangan pertama. Nah, karena ada narasumber jadi akan ada dua materi yang akan saya bagi yaitu, memilih warna baju yang sesuai dan warna untuk tata rias yang kita gunakan.

    Which palette is your color?

    Personal Branding adalah sebuah gambaran atau penilaian mengenai apa yang orang lain/masyarakat pikirkan tentang kita. Sederhananya, personal branding merupakan sesuatu/ ciri khas yang melekat pada diri kita yang diingat oleh orang lain. Membangun personal branding juga tidak bisa dibilang gampang, pun juga tidak bisa dibilang susah. Hal terpenting saat membangun personal branding adalah kita mengenal siapa diri kita dan mau dibawa ke mana penilaian orang lain kepada kita, maksudnya kesan yang baik atau yang buruk. Then, how to build our personal branding? Menurut Mbak Amel ada tiga cara yaitu, visual appearance, non-verbal communication dan verbal communication.

    Visual Appearance

    Segala sesuatu yang nampak pada diri kita terutama apa warna yang kita pakai sekaligus cocok pada diri kita. Kita harus mengetahui skin-tone agar bisa memilih warna pakaian yang bisa memberi efek bright dan aura kita bisa terpancar *secerah terik matahari…hahaha*

    Ada dua kategori yaitu warm dan cool yang nantinya menentukan aksesoris yang paling cocok dikenakan gold atau silver.  Setelah itu kita bisa menentukan warna yang sesuai agar wajah kita terlihat lebih bersinar.

    Tips untuk menentukan skin-tone dan warna palette dari Mbak Amel adalah dengan menggunakan kain berwarna silver atau gold yang mengkilap dipakai secara bergantian dengan difoto. Hasilnya dilihat dari hasil jepretan, wajah kita brighter saat memakai kain berwarna silver atau gold. Nah, setalah itu kita bisa ke tahap selanjutnya, menentukan warna palette.

    Setelah tahap mengenal apa warna kita, selanjutnya mengenal jenis tata rias yang kita pakai. Riasan harus selalu disesuaikan dengan acara dan suasana. Misal, kita ke kampus gak mungkin dengan riasan kita jadi pengantin kan? Mungkin ada, tapi pasti jarang banget. *hahaha

    Materi make over session disampaikan oleh Mbak Fitria dengan praktek langsung sambil memberikan tips bagaimana berias untuk sehari-hari atau riasan simpel. Bagaimana memilih warna lipstik, perawatan wajah, hingga membahas make up yang simpel dengan BB Cream (tanpa menyebut merk ya).

    Tipe seperti saya memang cocok dengan riasan yang simple, pakai bedak ditambah celak dan sedikit lipstik dengan warna soft pink juga sudah cukup, itu untuk ke acara-acara yang fomal-semi formal-santai hingga suatu saat nanti saya perlu menghadiri sebuah wawancara agar lebih PD dan ‘ini lho saya layak mendapatkan kesempatan’. It was a great conversation.

    Workshop “Bring Your Best” meninggalkan kesan luar biasa bagi diri saya pribadi. Bagaimana tidak, saya ini termasuk cuek soal penampilan dan riasan wajah (mentang-mentang udah laku) tapi sebaiknya memang jangan meniru saya yak. Saya termasuk moody juga dalam hal penampilan. Suka pakai yang itu-itu saja *memang yang dimiliki cuma itu*hahaha*becanda*, lebih karena alasan biar simple. Biar cepet. Pokoknya cuek, yang penting nyaman. Nah, ternyata dalam berpenampilan bukan hanya tentang simple dan nyaman untuk diri, tapi juga membuat nyaman bagi yang memandang. Saya, sebagai istri juga harus menjaga kenyamanan pandangan Mas Partner. Saat di luar, pun saya juga harus menjaga kenyamanan pandangan orang lain terhadap saya. Bukan dengan berias yang menor dan berlebihan tapi demi menghadirkan rasa nyaman. Minimal baju yang rapi dan (mungkin) warna yang sesuai dengan diri kita karena setiap warna memiliki makna filosofi sendiri-sendiri. Tetap sederhana, nyaman dan terutama dapat persetujuan dari suami, kalau saya itu prinsip.

    Selain materi, saya jadi nambah teman di perantauan. Jadi punya teman diskusi tentang banyak hal yang menyajikan banyak sudut pandang. Berbagi dan bertukar info, ilmu, pengalaman bahkan jika hanya candaan. Di sisi lain yang tak kalah penting, saya semakin memiliki development security attachment pada banyak orang terlebih orang-orang yang saya temui selama perjalanan dan tempat-tempat baru (bagi saya) yang ada di tiap sisi ibukota. Akhirnya, saya sadar mengapa Mas Partner ‘melepas’ saya pergi sendirian, tapi dengan memastikan kesiapan saya jika pergi sendiri, memastikan tempat tujuan yang mudah dijangkau via google map, mengirim sms atau telp sekedar bertanya di mana, sampai mana, dan seterusnya yang tidak sampai level overprotective. Semoga development security attachment dalam dukungan kelegaan perijinan bisa jadi ‘bekal’ jika suatu saat nanti LDR lagi karena salah satu dari kami harus melanjutkan pendidikan. Tidak ada yang salah dengan sebuah persiapan bukan? ^^

    Nah, itu oleh-oleh dari workshop kemarin. Jika ada pertanyaan atau penasaran tentang personal branding, silakan drop pertanyaan teman-teman di kolom komentar. Silakan, drop kritik dan saran juga boleh lhooo…

    Tulisan ini sudah tayang di Cindiriyanika


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.