Awas, Kelaparan Global Meningkat Obesitas Mengancam

Francois Ngatoa, berada dalam dekapan ibunya saat akan ditimbang di Bangui, Republik Afrika Tengah, 11 Februari 2016. Program Pangan Dunia PBB memperkirakan bahwa hampir 2,5 juta orang menghadapi kelaparan karena lebih dari dua tahun kekerasan melanda negara tersebut. AP/Jerome Delay

TEMPO.CO, Jakarta -Tahukah Anda,  jumlah orang yang kelaparan di dunia pada tahun lalu mencapai 821 juta jiwa. Ini artinya, ada satu dari setiap sembilan orang merasakan kelaparan. Angka mengerikan ini dikeluarkan oleh The State of Food Security and Nutrition in the World 2018 yang bermarkas di Roma, Italia pada 11 September 2018. Apa yang perlu dicemaskan?

Kelaparan telah meningkat selama tiga tahun terakhir, kembali ke tingkat pada satu dekade sebelum ini. Pembalikan ini adalah peringatan yang jelas bahwa lebih banyak hal yang harus segera dilakukan, jika Tujuan Pembangunan Berkelanjutan(9SDGs) Bebas Lapar (Zero Hunger) ingin tercapai pada tahun 2030. Situasi semakin memburuk di Amerika Selatan dan sebagian besar wilayah Afrika, sementara tren penurunan pada kekurangan makanan di Asia, terutama Indonesia, tampaknya melambat secara signifikan.

Tanda mengkhawatirkan adanya peningkatan rawan pangan dan tingginya kejadian kurang gizi, adalah peringatan yang jelas bahwa ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Apalagi hal ini untuk memastikan bahwa leave no one behind (tidak meninggalkan siapa pun di belakang), saat menuju pencapaian sasaran SDG pada ketahanan pangan dan perbaikan gizi.

Masalah ini sudah ditegaskan oleh Direktur Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian (IFAD), Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), Program Pangan Dunia (WFP) dan Sekjen WHO, dalam kata pengantar bersama pada laporan tersebut. Ditegaskan juga bahwa variabilitas iklim mempengaruhi pola curah hujan dan musim pertanian. Selain itu, perubahan iklim yang ekstrem seperti kekeringan dan banjir, merupakan salah satu pendorong utama di balik meningkatnya kelaparan, bersama dengan konflik bersenjata dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Ternyata ada sisi lain dari kelaparan, yaitu terjadinya kegemukan yang meningkat. Obesitas meningkat, yaitu lebih dari satu dari delapan orang di seluruh dunia mengalami obesitas. Masalah ini paling signifikan terjadi di Amerika Utara. Di Afrika dan Asia, termasuk Indonesia, juga mengalami tren yang meningkat.

Kekurangan gizi dan obesitas terjadi berdampingan di banyak negara, dan bahkan dapat dilihat berdampingan di dalam rumah tangga yang sama. Akses yang buruk ke makanan bergizi karena biayanya yang lebih mahal, stres hidup terkait rawan pangan, dan adaptasi fisiologis terhadap kekurangan makanan, dapat membantu menjelaskan mengapa keluarga dengan cadangan makanan yang tidak aman, mungkin justru memiliki risiko kelebihan berat badan dan obesitas yang lebih tinggi.

Data rinci menunjukkan bahwa jumlah orang lapar di dunia pada 2017 adalah 821 juta atau 1 dari setiap 9 orang, di Asia 515 juta, di Afrika 256,5 juta dan di Amerika Latin dan Karibia 39 juta. Anak balita yang terkena stunting (pendek) 150,8 juta (22,2%) dan wasting (kurus) 50,5 juta (7,5%). Sebaliknya, anak balita yang kelebihan berat badan 38,3 juta (5,6%) dan orang dewasa yang mengalami obesitas 672 juta (13% atau 1 dari 8 orang dewasa). Persentase wanita usia subur dengan anemia 32,8%, persentase bayi berusia di bawah 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif 40,7%.

Negara wajib menerapkan dan meningkatkan intervensi yang ditujukan untuk menjamin akses ke makanan bergizi. Selain itu, negara juga wajib memutus siklus gizi buruk antar generasi. Kebijakan negara harus memberikan perhatian khusus kepada kelompok yang paling rentan terhadap konsekuensi berbahaya dari akses pangan yang buruk, yaitu bayi, balita, anak usia sekolah, gadis, dan wanita usia subur. Pada saat yang sama, perubahan berkelanjutan harus dilakukan terhadap sektor pertanian dan sistem pangan, agar dapat menyediakan makanan yang aman dan berkualitas tinggi untuk semua warga.

Terdapat tiga faktor penting yang berada di balik peningkatan kelaparan global, yaitu konflik bersenjata, perubahan iklim dan perlambatan ekonomi. Tindakan pencegahan atas ketiganya diperlukan, agar kelaparan global dapat dihentikan. Apakah kita sudah berperan?

Tulisan ini sudah tayang di Dokterwikan






Jokowi: 19.600 Orang Mati Kelaparan Setiap Hari di Dunia

19 jam lalu

Jokowi: 19.600 Orang Mati Kelaparan Setiap Hari di Dunia

Jokowi mengaku baru saja mendapat laporan kalau ada 19.600 orang setiap hari yang mati kelaparan karena krisis pangan.


Apa itu Susu UHT?

2 hari lalu

Apa itu Susu UHT?

Meskipun sudah tidak asing di telinga, tetapi banyak orang yang masih salah kaprah mengenai susu UHT. Lantas, apa sebenarnya susu UHT itu?


Mengenal 3 Jenis Lemak Tubuh, Mana yang Paling Berbahaya?

3 hari lalu

Mengenal 3 Jenis Lemak Tubuh, Mana yang Paling Berbahaya?

Manusia membutuhkan lemak untuk energi, melindungi organ dan menyerap nutrisi, tetapi terlalu banyak tidak sehat.


WFP Ingatkan 50 Juta Orang di Dunia di Ambang Kelaparan

3 hari lalu

WFP Ingatkan 50 Juta Orang di Dunia di Ambang Kelaparan

50 juta orang di dunia diambang kelaparan sehingga bantuan amat dibutuhkan demi menghindari kekacauan.


Kekeringan di Kawasan Tanduk Afrika Terburuk dalam 40 Tahun

5 hari lalu

Kekeringan di Kawasan Tanduk Afrika Terburuk dalam 40 Tahun

Kawasan tanduk Afrika mengalami kekeringan yang terburuk dalam 40 tahun, yang bisa mengarah pada bencana kelaparan.


Kenali Penyebab dan Risiko Penyakit Liver, Obesitas Salah Satunya

5 hari lalu

Kenali Penyebab dan Risiko Penyakit Liver, Obesitas Salah Satunya

Penyakit liver istilah untuk menggambarkan ketika organ hati mengalami gangguan fungsi. Obesitas jadi salah satu pencetusnya, selain 10 sebab lainnya


Awas, Sering Santap Makanan Instan Bisa Picu Obesitas

8 hari lalu

Awas, Sering Santap Makanan Instan Bisa Picu Obesitas

Pakar menjelaskan obesitas bisa terjadi karena kandungan karbohidrat yang ada dalam makanan instan yang sering dikonsumsi cukup tinggi.


Doyan Gorengan Harus Siap dengan 7 Risiko Penyakit Ini

9 hari lalu

Doyan Gorengan Harus Siap dengan 7 Risiko Penyakit Ini

Makan gorengan dalam jumlah banyak berbahaya, karena mengandung banyak minyak dan kadar lemak tinggi. 7 Risiko penyakit ini harus diwaspadai.


Pola Makan Sehat yang Perlu Diterapkan di Tengah Kehidupan Modern Serbapraktis

10 hari lalu

Pola Makan Sehat yang Perlu Diterapkan di Tengah Kehidupan Modern Serbapraktis

Bagaimana cara menerapkan pola makan sehat di tengah gaya hidup praktis? Berikut kiat yang bisa diterapkan.


Masalah Fisik yang Paling Banyak saat Pandemi Covid-19

10 hari lalu

Masalah Fisik yang Paling Banyak saat Pandemi Covid-19

Masalah yang paling umum pada sebagian besar orang di masa pandemi Covid-19 adalah kenaikan berat badan karena berkurangnya aktivitas.