Rabu, 17 Oktober 2018

Naik Bus ke Jogja, dari Tembus Kemacetan dan Ditemani Via Vallen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Blogger remaja, Mikail Randu membuat catatan perjalanan ke Yogyakarta dengan menumpang bus RosaliaIndah. Mikail Randu/blogger

    Blogger remaja, Mikail Randu membuat catatan perjalanan ke Yogyakarta dengan menumpang bus RosaliaIndah. Mikail Randu/blogger

    TEMPO.CO, Jakarta - Ini adalah catatan perjalanan saya naik bus Rosalia Indah dari Bekasi ke Jogja. Berawal dari kabar adik nenek saya akan ke Jogja naik bus. Kabar ini membuat saya senang karena sudah lama sekali saya tak naik bus jarak jauh, terakhir naik Damri Bogor – Bandarlampung akhir tahun 2017. Setelah itu paling banter saya naik bus Bogor – Cirebon…huft.

    *****

    Setelah mendapat kepastian hari keberangkatan, saya pun mencari tiket tanggal 1 Juli 2018. Pilihan saya jatuh ke Rosalia Indah.

    HARI 1.

    15:05 : Dengan diantar ayah saya, kami berangkat dari rumah ke pool RosIn di Tajur.

    15:28 : Sampai di Pulo Empang dihadang macet…huft. Kemacetan berlangsung hingga Sukasari.

    16:13 : Sampai di traffic light Sukasari (depan Lippo Plaza Sukasari) saya kaget melihat arah ke Tajur ditutup. Ini membuat saya panik karena jam sudah mepet (pool tutup jam 16:30) dan jalan ke arah Tajur pun macet total. Saya pun akhirnya belok ke arah Jalan Pajajaran untuk cari putaran ke arah Tajur.

    16:15 : Menemukan putar arah di dekat jembatan Katulampa, namun hal ini tidak membuat saya tenang karena setelah berputar jalan tetap tersendat karena harus menerjang macet.

    16:20 : Saya makin panik karena masih di depan Lippo Plaza Sukasari, sementara waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke pool RosIn sekitar 15 menit, menurut Google Maps.

    16:25 : Akhirnya terbebas juga dari kemacetan. Lima menit terasa lama sekali. Tapi terbebas dari kemacetan inilah yang membuat saya makin panik karena sisa waktu tinggal 5 menit untuk sampai di pool, sementara menurut Google Maps waktu yang dibutuhkan sampai ke pool sekitar 7 menit. Ada selisih dua menit. Jangan-jangan pool sudah tutup dan saya gagal naik bus ke Jogja.

    16:32 : Google Maps benar. Akhirnya sampai di pool RosIn Tajur, dan alhamdulillah ternyata poolnya masih buka…fiuh. Seneng banget. Penjaga siap-siap mau tutup tapi begitu melihat kami dia kembali ke mejanya.

    Saya langsung memesan tiket kelas Eksekutif tujuan Jogja (naiknya dari Bekasi Timur) seharga Rp 210 ribu per orang. Alhamdulillah masih ada kursi kosong. Tapi karena mepet, saya tak dapat hotseat, tapi baris keempat sebelah kanan atau nomor 4C dan 4D. Tak apalah. Yang penting bisa naik bus.

    16:44 : Setelah selesai reservasi tiket, saya langsung pulang ke rumah untuk siap-siap perjalanan besok. Di tiket bus berangkat 14.00 tapi petugas minta saya sudah di pool RosIn paling telat pukul 13.00

    *****

    HARI 2.

    Saya bangun pagi-pagi, langsung mandi, ganti baju, sarapan, dan berangkat ke Bekasi dengan diantar orang tua dan adik saya.

    Tak perlu diceritakan bagaimana perjalanan ke Bekasi dan di sana ngapain aja. Gak ada yang penting soalnya.

    13.15 : Berangkat dari rumah adik Kida (panggilan adik nenek saya itu) di Bekasi Timur. Kida itu kependekan “aki muda” karena ia bungsu di keluarga nenek saya.

    13.24 : Sampai di pool RosIn Bulak Kapal, langsung bae saya check-in dan mendapat armada yang bernomor NL173 “Dada tak Bersayap” (ini nama tulisan di stiker bus itu). Tapi busnya belum datang sehingga kami duduk di ruang tunggu.

    Suasana di pool cukup ramai oleh penumpang dari berbagai kelas bus dan tujuan.

    14.00 : Masuk ke armada Rosalia Indah NL173 berbody MP Royal Travego dengan sasis Hino RK8 non airsuspension, saya langsung memasukkan koper ke dalam bagasi bus dan masuk ke kabin. Kesan pertama masuk kabin adalah wangi, adem, full musik dari Via Vallen dan Nella Kharisma , kursi lapang dan empuk walaupun berjumlah 34 seat non legrest, yang dilengkapi bantal yang empuk pula.

    14.21 : Setelah menunggu selama 21 menit, bus mulai bergerak menuju Jogja dengan diiringi bunyi kriyet-kriyet suspensi khas Hino RK8. Rupanya kru bus ini hanya dua orang, yaitu driver pinggir (dia yng bertugas di awal dan akhir perjalanan) dan driver tengah saja. Maka dari itu kedua driver harus saling bergantian melayani penumpangnya. Driver tengah pun membagikan air mineral botol 600ml merek Utra, hehehe.

    14.35 :  Masuk jalan tol lewat Gerbang Bekasi Timur 2.

    15.02 : Keluar tol lewat Gerbang Cikarang Barat.

    15.05 : Masuk pool RosIn Cikarang. Di sini bus berhenti sekitar 6 menit. Ada bakul asongan yang agak nyebelin masuk ke bus, soalnya dia menawarkan barang dagangannya dengan berpidato suara keras bin lantang, bahkan suaranya mengalahkan volume musik di bus.

    15.11 : Berangkat dari pool Cikarang. Sesaat setelah keluar pool, driver tengah bus yang tengah menjadi kondektur menanyakan titik turun para penumpang dengan ramah.

    15.16 : Masuk tol lewat Gerbang Tol Cikarang Barat lagi. Bus masih berjalan santai. Sesaat setelah masuk tol saya sempat tertidur.

    16.04 : Saya terbangun. Bus sudah keluar Tol Cikampek dan sedang menuju exit Cikopo.

    16.05 : Keluar tol di Gerbang Tol Cikopo.

    16.09 : Mampir di agen RosIn Cikampek untuk menaikkan penumpang. Di sini sopir terlihat membetulkan spion kiri. Mungkin nyenggol sesuatu ketika saya tidur.

    16.17 : Melintas Simpang Jomin.

    16.28 : Masuk SPBU untuk nyolar bareng NL474, SHD503, dan Setia Negara “Negro”. Pengemudi menyilakan penumpang turun untuk jajan atau ke toilet.

    16.37 : SHD116 masuk SPBU.

    16.42 : NL474 berangkat duluan.

    16.48 : SHD116 berangkat duluan. Bus saya kapan berangkatnya nih?

    16.53 : NL141 masuk SPBU. Buset dah… bus saya lama amat nyolarnya, gak berangkat juga lagi.

    16.58 : Setelah penantian panjang akhirnya bus saya berangkat juga dari SPBU. Setelah keluar SPBU karakter driver pinggir berubah 180 derajat. Ia memacu bus berjalan ngebut dan mosak-masik di sela kendaraan di jalur Pantura ini.

    17.03 : Masuk Kab. Subang.

    17.11 : Melintas Sukamandi.

    17.15 : Melintas Pasar Sukamandi.

    17.49 : Melintas Sukra, alhamdulillah bentar lagi sampai di rumah makan, saya udah laper niih…

    17.55 : Saat bus saya mau masuk rumah makan, eeh..malah kebablasan, mungkin karena keasyikan banter di lajur kanan. Karena hampir bablas, bus memotong dari kanan langsung kiri. Ternyata di kiri-belakang ada bus Setia Negara “Negro”. Akibatnya bus saya diklakson memakai klakson kapal (artinya sopir SN marah), kondekturnya juga terdengar mengomel. Para penumpang SN juga terlihat tertawa.

    Masuk rumah makan RosIn. Namanya memang RosIn, ya. Ini pertama kali saya singgah di sini. Kondisi lingkungannya lumayan bersih. Saya makan dengan nasi, sayur tempe, sayur tahu dan minumnya teh manis hangat. Sebenarnya ada telur rebus balado tapi saya kurang suka, jadi saya tidak mengambilnya. Oya, makan ini gratis, jatah buat penumpang.

    Setelah makan, saya salat. Kondisi toilet, tempat wudu, dan musala, menurut saya juga lumayan bersih.

    Di rumah makan ini, semua pengemudi mematikan mesin bus saat beristirahat. Sepertinya ini kebijakan dari manajemen Rosalia Indah. Menurut saya, hal tersebut sangat bagus karena bisa mendinginkan mesin, irit solar, dan mengurangi polusi udara. Mantabs…

    18.26 : Persiapan berangkat dari rumah makan.

    18.33 : Keluar dari rumah makan, driver pinggir digantikan oleh driver tengah. Sesaat setelah keluar dari rumah makan driver pinggir membagikan selimut kepada penumpang. Setelah itu saya tertidur.

    20.33 : Terbangun di tol Pejagan. Wah saya tidurnya kelamaan dan menyesal tidur karena tak bisa merasakan aksi bus ini sepanjang tol Kanci-Pejagan. Pasti seru karena mengebut.

    20.34 : Keluar tol lewat Gerbang Tol Pejagan.

    20.36 : Masuk Jalur Ketanggungan, Brebes.

    20.48 : Melintas Flyover Ketanggungan.

    21.31 : Melintas Simpang Klonengan.

    21.32 : Melintas di depan rumahnya Mas Willy Pandu Nugroho yang sekaligus studionya Sate Tegal Kebut. Saya lihat spanduk bertuliskan “Telor Asin 68” di depan rumahnya. Numpang lewat ya mas…hehehe.

    22.17 : Mendapat operan penumpang dari RosIn Sumateraan yang mogok di dekat Jembatan Sakalibel. Kursi yang saat itu tinggal enam langsung terisi semua, namun ada penumpang mas-mas dan mbak-mbak yang tak kebagian kursi. Akhirnya mbaknya duduk di kursi kenek dan masnya duduk di tangga antara kursi kenek dan kursi sopir dengan bantal yang dipinjam dari ibu-ibu penumpang hot seat 1B, karena bus ini tak ada seat CD.

    22.30 : Melintas Jalan Lingkar Bumiayu dan Terminal Bumiayu. Di sini bus saya menyalip kendaraan dengan cara blong kanan dan berhasil menyingkirkan konvoi bus Sinar Jaya dari arah berlawanan hingga mereka minggir, hehehe. Setelah itu bus kembali ke jalurnya. Jadi, tidur lagi, ah…

    HARI 3.

    00.42 : Ketika terbangun, bus mau masuk RM. Lestari, Karanganyar. Waah…tidur saya pulas amat ya. Bus berpapasan (kress) dengan Sugeng Rahayu SHD yang baru keluar dari RM. Lestari, mengarah ke Bandung. Bus saya parkir di bagian belakang RM bareng dengan bus lainnya.

    Lumayan banyak penumpang yang turun untuk ke toilet atau beli dan makan mi rebus di rumah makan. Sebenarnya saya juga pengen beli mie rebus tapi terlalu mager, malas gerak, karena baru bangun tidur. Di sini mesin bus dimatikan lagi tapi lampu interior dan musik tetap dinyalakan.

    01.30 : Berangkat dari RM Lestari dengan kendali driver pinggir lagi.

    01.40 : Melintas Sruweng.

    01.43 : Menurunkan penumpang di depan Polsek Pejagoan.

    01.46 : Melintas alun-alu Kab. Kebumen.

    01.58 : Melintas Kutowinangun.

    02.05 : Menurunkan penumpang di Prembun.

    02.24 : Melintas depan Terminal Purworejo. Gak masuk terminal.

    02.34 : Menurunkan penumpang di Pendowo, Purworejo.

    02.53 : Melintas Kulon Progo. Di sini bus saya lari bareng Harum Prima HDD jurusan Bandung-Ponorogo.

    02.57 : Menurunkan penumpang di depan Terminal Wates.

    03.05 : Menurunkan penumpang di Sedayu.

    03.22 : Melintas Ring Road Selatan.

    03.31 : Menurunkan penumpang di Wojo.

    03.40 : Akhirnya sampai juga di Terminal Giwangan. Alhamdulillah, saya bisa menginjakkan kaki di Jogja untuk ke sekian kalinya dengan selamat. Waktu kelas 5 SD saya pertama kali ke Jogja sendirian naik pesawat, dijemput Eyang (kapan-kapan saya ceritakan perjalanan itu).

    Saya turun dari bus untuk mengambil bagasi. Calo-calo taksi resmi langsung merubung, saya tolak tawaran mereka dengan halus.

    Setelah itu, saya langsung order GrabTaxi untuk mengantarkan saya ke rumah Nida Asti di Jogja. Nida itu panggilan untuk “nini muda”, karena Nida Asti adik nenek saya.

    Di tulisan ini saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

    1. Ayah, yang mengantar saya untuk beli tiket.
    2. Kida
    3. Bapak petugas loket tiket Pool Rosalia Indah Tajur, Bogor yang sudah rela menunggu saya di jam tutup agen.
    4. Ibu petugas check-in tiket di Pool RosIn Bulak Kapal, Bekasi, atas keramahannya.
    5. Kru Rosalia Indah NL173 atas keramahannya.
    6. Bapak Suwardi, driver GrabTaxi Jogja yang menjemput dan mengantar sampai saya tiba rumah pada pagi buta.

    Tulisan ini sudah tayang di Ceritamikablog



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.