Sabtu, 17 November 2018

Pengalaman Pertamaku Naik Angkutan Umum

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angkutan umum yang digunakan penumpang dari Bima menuju Sape di Pelabuhan Sape, Nusa Tenggara Barat. Tempo/Francisca Christy Rosana

    Angkutan umum yang digunakan penumpang dari Bima menuju Sape di Pelabuhan Sape, Nusa Tenggara Barat. Tempo/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Buat sebagian besar orang, menumpang angkutan umum adalah hal yang biasa. Apalagi di kota besar seperti Jakarta, angkutan umum sangat membantu ketersediaan moda transportasi para pegawai.

    Tapi, aku akan bercerita pengalamanku naik kendaraan umum untuk pertama kalinya. Memang, naik angkutan umum untuk pertama kalinya terdengar menggelikan dan memalukan. Aku lebih sering dan suka bepergian dengan sepeda motor kemana mana. Jadi, tak mengherankan jika aku masih awam banget dengan angkutan umum. 

    Waktu itu aku dalam keadaan sakit jadi aku disuruh orang tua buat balik ke kampung halaman naik kereta prameks jogja – solo. Aku yang berprinsip bisa jadi mandiri berharap bisa sampai di tujuan tanpa bantuan orang lain. Aku memberanikan diri berangkat ke stasiun kereta diantar temen yang kebetulan rumahnya searah dengan stasiun.

    Di stasiun kereta, aku memesan tiket untuk keberangkatan pukul 5 sore dan ternyata HABIS, alhasil aku harus menunggu di stasiun sampe jam 8 malam. Kesalahan pertamaku adalah aku terlalu bersemangat untuk pulang sehingga tidak berpikir untuk mengecek ulang jadwal keberangkatan kereta.

    Setelah mendapatkan tiket, aku agak sedikit bingung karena ada tulisan tanpa tempat duduk di tiketku, tapi karena aku pemalu dan ga mau kelihatan awam, jadi aku diam aja. Kata orang, usahakan agar kamu tidak terlihat bodoh di tempat umum lantaran bisa diincar orang jahat.

    Setelah beberapa observasi melirik tiket orang lain, ternyata memang semua tiket bertuliskan tanpa tempat duduk. Saat keretaku hampir datang, aku pindah ke ruang tunggu seberang dan bersyukur karena aku bertemu teman sekelas yang ternyata stasiun tujuan kita sama.

    Fasilitas dan pelayanan kendaraan umum tidak seburuk bayanganku. Ruang yang bersih dan wangi ditambah pelayanan yang baik menambah kebahagiaanku untuk memilih pulang dengan angkutan umum. Semula aku beranggapan bahwa naik kendaraan umum akan memakan waktu yang lebih lama, namun ternyata lebih cepat dengan rute yang benar.

    Bagi kalian yang mau naik angkutan umum pastikan kalian cek jadwal keberangkatan. Naik kendaraan umum sangatlah disiplin waktu karena menyangkut kepentingan orang banyak. Pernah waktu itu aku salah naik bis sehingga rute yang ku tempuh harus memutar. Ketika sudah sampai di stasiun, keretaku sudah berangkat dua menit sebelum aku sampai. Sedih rasanya, setelah itu aku memutuskan untuk pulang naik bis umum.

    Pengalaman naik bus ini juga pertama kalinya aku alami. Orang rumah menyarankan aku untuk memilih bus besar antar provins.

    Tapi bus yang dimaksud tak kunjung datang. Alhasil, aku naik bus kota yang lumayan padat penumpangnya. Di dalam bus aku kepanasan karena memang tidak ber AC dan rute yang diambil tidak sesuai dugaanku. Bus yang aku tumpangi berjalan menyusuri sudut-sudut kota hingga ke jalan di pelosok, sampai 3 jam aku duduk di dalam bus akhirnya aku mengerti mengapa orang orang menyarankan untuk memilih bus besar yang ber AC.

    Keesokan harinya ketika aku mau balik ke Jogja, aku diantar oleh paman di terminal. Setelah beberapa menit menunggu, aku menemukan bus besar antar provinsi tujuan Jogja. Setelah naik, aku merasakan perbedaan antara bus AC dan bus kota yang kemarin aku tumpangi.

    Tulisan ini sudah tayang Portal-uang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.