Minggu, 16 Desember 2018

Kecanduan Seks Itu Termasuk Gangguan Mental

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan dengan masalah seks. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan dengan masalah seks. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Apakah kamu mampu memahami kenapa seseorang disebut mengalami kecanduan seks? Seseorang bisa dikatakan sebagai kecanduan atau ketergantuan seks jika ia tidak mampu untuk mengelola perilaku seksual. 

    Individu yang terobsesi dengan pikiran-pikiran seksual sehingga mengganggu aktivitasnya sehari-hari seperti tidak dapat bekerja dengan baik, menjalin hubungan, dan lain-lain, kecanduan seks seperti itu banyak yang menyebutnya sebagai bentuk perilaku obsesif kompulsif,” tulis Christian Nordqvist dalam What Is Sexual Addiction (Compulsive Sexual Behavior)? What Causes Sexual Addiction? di MedicalNewsToday.com.
     
    Sumber gambar: http://addicta.org
     
    Seperti jenis kecanduan lainnya, karakteristik umum orang yang hidup dengan kecanduan seks adalah penyangkalan bahwa ia memiliki masalah itu. Padahal jelas sekali ia tidak bisa mengontrolnya. Orang-orang yang kecanduan seks biasanya ditandai dengan perilaku, diantaranya;
    • Berulangkali gagal menahan dorongan dalam tindakan ekstrim seks cabul.
    • Sering terlibat dalam taraf yang lebih besar atau periode waktu yang lebih lama.
    • Munculnya keinginan yang terus-menerus serta usaha-usaha yang gagal untuk berhenti, mengurangi, atau mengontrol perilaku kecanduan seks.
    • Menghabiskan banyak sekali waktu untuk memperoleh seks.
    • Keasyikan dengan perilaku tersebut.
    • Terganggunya aktivitas bekerja, kuliah, pekerjaan domestik atau kegiatan sosial karena urusan seks.
    • Membutuhkan peningkatan intensitas, frekuensi, jumlah, atau risiko perilaku untuk mencapai efek klimaks yang diinginkan.
    • Beralih ke rasa tertekan, munculnya kecemasan, kegelisahan, atau kekerasan jika tidak mampu terlibat dalam perilaku yang berkaitan dengan Sexual Rage Disorder (SRD).
    Organisasi kesehatan dunia, WHO dalam klasifikasi penyakit internasional, mendiagnosis dorongan seksual berlebih termasuk kecanduan seks. Tapi sayangnya, dipaparkan oleh Nordqvist, sampai saat ini kecanduan seks belum dianggap sebagai sesuatu yang serius.
     
    Padahal, dalam sebuah penelitian yang diakukan oleh University of California, Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat, kecanduan seks diakui sebagai kondisi gangguan mental. Sebuah tim peneliti dari UCLA, setelah melakukan studi komprehensif menyimpulkan, kecanduan seks benar-benar ada dan bisa menghancurkan keluarga, hubungan dan kehidupan. Hal itu dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine pada 20 Oktober 2012. 
     
    Dr. Rory Reid yang memimpin penelitian itu, seorang research psychologist dan asisten profesor psikiatri di Semel Institute of Neuroscience and Human Bevavior, UCLA, mengatakan, "gangguan hiperseks yang dianggap sebagai gangguan mental yang sebenarnya adalah orang yang mengalami fantasi seksual berulang, perilaku, dan dorongan yang mendesak, berlangsung lebih dari enam bulan. Tapi bukan karena faktor pengobatan, kondisi medis lain, penyalahgunaan zat terkait dengan gangguan bipolar.”
     
    Tak ada salahnya jika mengalami masalah kecanduan seks seperti di atas, segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater guna penanganan lebih lanjut.
    Tulisan ini sudah tayang di Rahmaanandita
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".