Minggu, 16 Desember 2018

Tidak Sekadar Susu Kedelai untuk Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tidak Semua Susu Kedelai Aman

    Tidak Semua Susu Kedelai Aman

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebutuhan susu di masa pertumbuhan anak sangat berguna untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal terutama untuk perkembangan otak. Seperti yang kita ketahui susu mempunyai kandungan nutrisi yang lengkap berupa lemak, protein, vitamin serta mineral yang baik untuk tubuh. Banyak susu yang beredar di pasaran dari mulai susu segar, susu bubuk, susu kental manis, hingga susu cair dalam kemasan.

    Pilihannya juga bervariasi mulai dari susu sapi hingga kedelai. Bagi yang memiliki buah hati dengan alergi pada susu sapi pasti akan sangat kebingungan untuk memenuhi kebutuhan yang satu ini. Susu kedelai yang memiliki kandungan protein dan berbagai nutrisi bisa dijadikan alternatif pengganti susu.

    Menurut banyak ahli tidak ada masalah jika mengganti asupan susu sapi dengan kedelai. Susu yang satu ini juga mengandung protein dan nutrisi yang hampir setara dengan susu sapi. Namun demikian ada baiknya orang tua memperhatikan beberapa hal terlebih dahulu untuk memilih jenis yang tepat untuk buah hati, berikut ini diantaranya:

    1. Hindari susu yang rendah lemak.

    Masa pertumbuhan anak sangat membutuhkan berbagai asupan nutrisi yang optimal salah satunya adalah dari lemak. Lemak sangat berguna untuk pertumbuhan otak si kecil. Namun bagi yang memiliki riwayat penyakit jantung, hipertensi, serta kegemukan biasanya sangat disarankan oleh dokter mengkonsumsi susu rendah lemak di awal usia pertumbuhan balita. Untuk itu sebelum pemberian susu dari bahan kedelai ada baiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter ahlinya.

    2. Sudah dilengkapi vitamin dan mineral.

    Saat ini banyak merk susu kedelai yang sudah dilengkapi dengan kebutuhan vitamin A, vitamin D, dan  kalsium. Karena si kecil sudah tidak mengkonsumsi susu sapi, maka pertimbangkan si kecil untuk mendapat asupan tambahan makanan yang mengandung kalsium tinggi, seperti yoghurt, brokoli, keju, atau jus dalam kemasan yang mengandung tambahan kalsium. Sedikit informasi bahwa kedelai mengandung phytates, yaitu molekul organik yang umumnya terdapat pada biji-bijian serta kacang-kacangan, yang memiliki sifat mengurangi proses penyerapan kalsium dan mineral lainnya pada tubuh. Maka penting sekali memberikan makanan yang berkalsium tinggi.

    3. Berikan pelengkap makanan yang mengandung vitamin B12

    Kedelai berasal dari tumbuhan. Karenanya, susu yang berasal dari kedelai secara alami tidak mengandung vitamin B12. Vitamin ini hanya bisa didapatkan dari jenis makanan hewani terutama susu sapi. Untuk itu penggantian susu sapi menjadi susu dari kedelai untuk buah hati harus disertai dengan memberikan makanan pelengkap yang mengandung vitamin B12. Alternatif yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkannya adalah dengan menambahkan cereal yang telah ditambahkan vitamin.

    4. Berikan dalam porsi yang sedikit untuk permulaan. 

    Beberapa para ahli mengatakan jika si kecil mengalami alergi pada susu sapi kemungkinan untuk alergi pada susu berbahan kedelai juga bisa saja terjadi. Saat pemberian susu dari kedelai untuk yang pertama kali, Anda bisa memberikan dalam jumlah porsi yang sedikit. Jika tubuh si kecil tidak mengalami penolakan atau alergi bisa Anda tambahkan porsinya sedikit demi sedikit.

    Masa pertumbuhan adalah masa terbaik untuk tumbuh kembang anak. Maka sebagai orang tua memberikan yang terbaik untuk tumbuh kembangnya bisa dimulai dari memberi asupan nutrisi yang terbaik. Susu kedelai bisa menjadi alternatif bagi si kecil yang mengalami penolakan atau alergi pada jenis produk olahan susu sapi.

    Tulisan ini sudah tayang di Islavaria

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".