Kursi di Kereta, untuk Perempuan Muda atau Lelaki Tua?

Penumpang bersiap menaiki gerbong kereta di Stasiun Bekasi Timur yang baru beroperasi, di Bekasi, 8 Oktober 2017. Stasiun ini beroperasi berbarengan dengan rute kereta baru Jakarta Kota - Cikarang. Tempo/Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam gerbong kereta, biasanya ada deretan kursi prioritas. Biasanya diperuntukkan untuk lansia, perempuan hamil, perempuan membawa anak, dan penyandang disabilitas. Di luar itu, kursi biasanya menjadi rebutan. Kisah ini mungkin akan menjadi pemikiran sebenarnya kursi di dalam gerbong kereta itu untuk siapa. 

Si Kakek, kutaksir usianya 60 tahun, memberi kursinya kepada si Mbak, kutaksir usianya 32 tahun. Si Mbak, sambil mengucapkan terima kasih, duduk. Si Kakek, sambil memegang kantongan plastik di tangan kiri, berdiri dan meraih gantungan tangan.

Konstruksi yang dibangun bertahun-tahun lamanya, tentang laki-laki dan perempuan memang telah begitu mengakar. Laki-laki lebih kuat daripada perempuan. Oleh karena itu, pantang perempuan berdiri di dalam kereta atau transportasi lainnya.

Itu adalah kali ke 12 aku naik kereta. Malam itu kereta sudah mulai sepi. Dari stasiun Manggarai berangkat pukul 21.25 menuju Bekasi. Meski sepi, aku tetap berdiri. Di gerbong enam. Kursi-kursi terisi penuh. Yang berdiri satu dua tiga orang. Itu malam Rabu.

Kalau kondisi gerbong seperti ini, biasanya aku larut di internet. Menonton youtube ajang pencarian bakat bernyanyi yang diunggah akun youtube stasiun televisi. Pindah ke instagram. Scroll up scroll downSearching video-video lucu. Aku tidak begitu peduli pada pemberhentian di stasiun-stasiun kecil.

Namun, ketika kereta baru saja bergerak meninggalkan stasiun Klender Baru, perhatianku tertuju pada satu baris kursi di sebelah kiriku.

Ada penumpang yang baru masuk. Seorang perempuan, yang kutaksir berusia 32 tahun. Tampaknya ia baru pulang dari kantor. Pakaian yang dikenakan rapi. Kemeja bunga-bunga dominan warna biru muda dengan celana bahan hitam. Ia meransel tas ke perut. Sepatunya pansus hitam.

Ia berjalan mendekati kursi yang diduduki lima perempuan dan tiga laki-laki. Tujuh dari delapan orang itu menutup mata. Tidur atau pura-pura tidur. Hanya satu orang, yang dari penampakannya lebih sopan dipanggil Kakek, terjaga. Rambutnya dominan putih. Jaketnya tebal. Wajahnya tampak penuh garis-garis tebal dan halus.

Perempuan itu mendekati si Kakek.

Lalu si Kakek berdiri, mempersilakan si perempuan yang baru mendekat untuk duduk. Si perempuan itu mengucap terima kasih, lalu duduk. Si Kakek berdiri sambil meraih gantungan tangan.

Penampakan ini mungkin biasa saja. Apalagi di Indonesia yang kental budaya patriarkinya. Laki-laki dikonstruksikan sebagai sosok yang tangguh. Harus mengalah pada perempuan.

Jika si Kakek memberi kursinya karena takut dianggap tidak tangguh, betapa malang dia. Jika si perempuan menerima tawaran kursi itu karena merasa lebih berhak sesuai dengan jenis kelaminnya, betapa kurang belajar dia.

Bukankah sebaiknya memilih duduk atau tidak di dalam kereta, hal yang mesti jadi pertimbangan adalah ketahanan tubuh? Bukan jenis kelamin. Ada laki-laki yang lebih kuat dari perempuan. Ada juga perempuan yang lebih kuat dari laki-laki.

Jenis kelamin bukanlah patokan ketahanan tubuh. Jenis kelamin adalah bagian tubuh yang membedakan laki-laki dan perempuan secara biologis.

Tentu memberi kursi kepada Ibu hamil adalah keharusan. Tapi bukan karena ia perempuan, tapi karena ketahanan tubuhnya sedang lemah karena membawa jabang bayi di perutnya dan penting untuk keselamatannya.

Pengalaman seperti malam itu berkali-kali aku saksikan selama menjadi anak kereta. Kita masih perlu banyak berefleksi sebenarnya kursi di kereta itu untuk siapa. 

Tulisan ini sudah tayang di Martinrambe






5 Tips Menghemat Uang Saat Solo Traveling

1 hari lalu

5 Tips Menghemat Uang Saat Solo Traveling

Solo traveling mungkin tampak tidak ekonomis karena banyaknya keperluan yang harus ditanggung sendirian.


Inilah yang Harus Anda Dilakukan jika Mengalami KDRT

2 hari lalu

Inilah yang Harus Anda Dilakukan jika Mengalami KDRT

KDRT dapat dialami siapa saja. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan jika mengalami KDRT.


Bos INKA Curhat Ribuan Kereta Uzur: Angkutan Penumpang Biasanya Kurang Feasible

4 hari lalu

Bos INKA Curhat Ribuan Kereta Uzur: Angkutan Penumpang Biasanya Kurang Feasible

Direktur Utama PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA Budi Noviantoro menceritakan saat ini ada ribuan kereta yang umurnya terlampau tua atau uzur


Survei PDB: 83,8 Persen Warga Puas Kinerja Anies Baswedan-Riza Patria

6 hari lalu

Survei PDB: 83,8 Persen Warga Puas Kinerja Anies Baswedan-Riza Patria

Hasil survei telepolling dari Lembaga Pusat Data Bersatu (PDB) menunjukkan 83,8 persen warga Jakarta puas atas kinerja Anies Baswedan-Riza Patria


Hari Jantung Sedunia, Perempuan Rentan Kena Serangan Jantung setelah Menopause

6 hari lalu

Hari Jantung Sedunia, Perempuan Rentan Kena Serangan Jantung setelah Menopause

Wanita cenderung memiliki kekebalan relatif terhadap serangan jantung sebelum menopause, tapi setelahnya?


Pesawat Listrik Penumpang Uji Coba Mengudara, Bisa juga untuk Kargo

6 hari lalu

Pesawat Listrik Penumpang Uji Coba Mengudara, Bisa juga untuk Kargo

Pesawat listrik ini dapat digunakan untuk kargo atau orang dapat menampung hingga 9 penumpang dan dua awak.


Stuart Weitzman Tunjuk Kim Kardashian Sebagai Duta Merek Tunjukkan Kekuatan Baru

8 hari lalu

Stuart Weitzman Tunjuk Kim Kardashian Sebagai Duta Merek Tunjukkan Kekuatan Baru

Stuart Weitzman berharap dapat lebih menyentuh konsumen milenial secara emosional


Perempuan, Garda Terdepan dalam Demo Iran

8 hari lalu

Perempuan, Garda Terdepan dalam Demo Iran

Kemarahan para perempuan dalam demo Iran yang mengutuk kematian Mahsa Amini, dituangkan dalam teriakan lantang: perempuan, hidup dan kebebasan.


Menhub Targetkan Kereta Barang dari KEK Sei Mangke-Kuala Tanjung Beroperasi Bulan Depan

9 hari lalu

Menhub Targetkan Kereta Barang dari KEK Sei Mangke-Kuala Tanjung Beroperasi Bulan Depan

Budi Karya menargetka kereta api barang dari Pelabuhan MultigunaCe KEK Sei Mangkei bisa dioperasikan mulai pada bulan depan.


Top 3 dunia: Perempuan di Iran Memprotes Aturan Jilbab yang Ketat

12 hari lalu

Top 3 dunia: Perempuan di Iran Memprotes Aturan Jilbab yang Ketat

Top 3 dunia pada 22 September 2022, di urutan pertama unjuk rasa yang dilakukan perempuan Iran untuk memprotes ketatnya aturan berjilbab di negara itu