Sudah Jangan Ribut, Super Junior dan BTS Sama Baiknya

Jumat, 7 September 2018 11:42 WIB
Penampilan boy band asal Korea Selatan, Super Junior, dalam Upacara Penutupan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu, 2 September 2018. ANTARA/INASGOC/Puspa Perwitasari

TEMPO.CO, Jakarta - Super Junior atau BTS, mana yang lebih kece ? Penutupan Asian Games 2018, Minggu malam lalu, menyisakan keributan di dunia digital. Kali ini bukan antara kaum cebong dan kaum kampret, tapi fanwar antara ELF (fans Super Junior) dan Army (fans boyband BTS).

Well, tadinya sih gue biasa aja. “Halah bocah, ributin hal-hal gak penting lagi,” pikir gue seperti biasa. Habis, memang sudah dimaklumi kelakuan fans satu ini dalam membela idolanya ini kadang lebay dan malah bikin sewot kubu fans lainnya.

Sebenernya, mereka kan bisa aja memuja muji idola mereka tanpa harus menjelekkan idola lainnya. Apalagi boyband senior, hadeuh.

Yang bikin gw agak gemas kali ini dan sampai menulis ini, kali ini mereka sangat kelewatan. Masa belain idola sampe jelekin negara sendiri, yang bener dong ah.

Keributan ini bermula ketika para Army Indonesia meributkan kenapa yang diundang Penutupan Asian Games 2018 oleh Inasgoc itu Super Junior, bukannya BTS yang lagi naik daun dan sebagainya. Nomor satu di dunia,di billboard, blackboard, whiteboard…dan board lainnya. Ya..ya..ya

Lalu masalah jadi naik, “Ah Suju mah yang datang karena mereka boyband nganggur, paling lowong. Kalo BTS kan sibuk.”

Ya..ya..ya. Sampai sini gue sih masih biasa aja, memang kebetulan gw dapat info dari pelaksana, Suju itu opsi ke sekian. Bisa jadi memang BTS opsi pertama, tapi karena kesibukan mereka sebagai No #1 boyband in da world jadi nda bisa.

For us, ELF, itu gak masalah. Mohon maaf ya dedek dedek, belasan tahun menjadi fans Super Junior kami sudah bukan tipe yang mem”begging” supaya idola kami didatangin ke sini. Masa-masa itu sudah kami lewati.

Kami sudah dalam tahap: “Abang konser di negara mana? Yuk, kita samperin.” Lalu, kita booking hotel di situ, makan di hotel itu, dan kalaupun ketemu mereka kita ndak sampe minta foto bareng demi privasi mereka. Lihat mereka saja sudah bahagia.

Mohon maaf lagi ya, 13 tahun eksistensi boyband dan kami setia jadi fansnya, pastinya roda hidup udah berubah. Yang dulu-dulu masih pelajar-mahasiswa, kini sudah pada mapan. Jadi level daya tahannya agak beda, nih.

Nah intinya, sampai situ gue masih cool. Gue dan ELF sepantaran lainnya, mungkin yang agak mudaan sudah mulai sewot karena jiwa mudanya.

Sampai, tweet ini melintas di lini masa gue. Dan yang terucap di bibir gue pertama kali adalah…. “Gobl*k.”

Baru kali ini gue liat fans ngebelain idolanya sampe jelekin negara sendiri. Yu nda mikir apa? You boleh kecewa karena idola you gak datang, tapi citra bangsa You itu lebih penting ketimbang idola lo.

Sudahlah, gw tak bisa berkata apa-apa lagi dengan fans ini. Begini ya dedek-dedek, fanwar memang sudah ada dari dulu tapi kalau kami nih dulu yah fanwar ama yang selevel. Misal nih SUJU sama BIG BANG atau 2PM, yang dulu bisa dibilang seangkatan.

Tapi kami ndak pernah menjelek-jelekan senior, misal Shinwa atau DBSK, karena tanpa jasa senior-senior itu industry Kpop ini ndak ada apa-apanya. Kami bahkan bisa kok ngefans Suju sekaligus 2PM atau Big Bang, sering melihat mereka main reality show bareng, gak mengkotak-kotakkan diri.

Jadi gue pengen bilang, hati-hati membela idola. Bisa jadi pembelaan kalian malah bikin kami antipati dengan idola kalian, padahal BTS lagunya enak..tapi fans-nya bikin malesin. Jangan sampai begitu.

Kalian kan sebenarnya bisa lebih beradab, seperti fans iKon terhadap para VIP’s (fans Big Bang), seperti fans Black Pink terhadap 2NE1.

Kalau kalian gak tahu siapa itu Super Junior misalnya, kan tinggal buka Google. Sekarang mah hidup jadi fangirl enak, dulu mau liat MV boyband terbaru saja di Youtube tidak ada. Kami harus nunggu di forum-forum dan sekalinya ada….besarnya bisa ratusan megabite.

Sebenarnya banyak kisah para fangirl dan perjuangannya untuk mengenalkan Kpop ke dunia dan ke Indonesia, hingga akhirnya dilirik promotor lokal dan dinilai menjanjikan untuk mendatangkan mereka.

Ini salah satu cerita gimana dulu kami berjuang mendatangkan Super Junior ke Indonesia:

Ratusan petisi, dukungan. Apa yang kami lakukan atas nama idola dan kami coba di sisi positif supaya tersebar. Bangun sekolah, beri bantuan bencana, dan lainnya. Jadi, dikenalnya Kpop ke dunia itu tak lepas dari jasa para boyband senior dan fans-fansnya.

Pintu sudah kami buka, karpet sudah kami hamparkan, silakan yang lain berjuang untuk sama-sama jadi pemenang.

Jadi sekali lagi, gue cuma mau tekankan, jangan pernah banding-bandingkan dan jelek-jelekkan Super Junior dengan BTS, idola kalian. Sebab itu, namanya ngelunjak.

BTS pun pasti sangat sopan jika bertemu Super Junior, fans-nya mestinya mencontoh mereka. Dan gw yakin sebenarnya banyak juga fans BTS yang baek hati dan sopan.

Tulisan ini sudah tayang di Mbakgoes

Baca Juga