Sabtu, 17 November 2018

Menikmati Keindahan Pulau Belitung Bagian Dua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pantai Bukit Berahu berada di Desa Tanjung Binga, sekitar 18 kilometer dari Tanjung Pandan. Pantai berada di balik sebuah bukit. TEMPO/Rita Nariswari

    Pantai Bukit Berahu berada di Desa Tanjung Binga, sekitar 18 kilometer dari Tanjung Pandan. Pantai berada di balik sebuah bukit. TEMPO/Rita Nariswari

    TEMPO.CO, Jakarta - Halo Sahabat, sudah baca serunya perjalanan hari pertama keliling Pulau Belitung? Coba dibuka-buka, saya sudah pernah menuliskannya.

    Di sana kita keliling dibeberapa tempat salah satunya ke rumah tiruan basuki Tjahaja (Ahok), ke Museum Andrea Hirata dan yang terakhir Replika SD Muhamadiyah Gantong.

    Jadi hari ini kita seharian akan melihat keindahan bawah laut di Pulau Belitung. Sebelum seharian melihat keindahan laut, kita berdua mengawali pagi dengan jogging pagi hari dari penginapan sampai pasar. Pasar ini terletak di Gang Kim Ting. Sesampainya di pasar kita ikutan kumpul dengan bapak-bapak lokal di tempat kopi. Memang paling enak menikmati kopi pagi hari sambil melihat hiruk pikuk warga yang sedang bertransaksi jual beli di pasar.

    Ayu sibuk mencari buah dan lain-lain. Di sini saya tahu kenapa wanita betah sekali kalo di dalam pasar. Ternyata yang bikin lama wanita di pasar itu saat membeli tawar menawar sampai menemukan harga yang pas menurut dia.

    Setelah berbelanja kita berjalan lurus mengikuti Jalan Gang Kim Ting, akan ditemui Pasar Ikan Tanjung Pandan. Aneka jenis ikan segar laut dijual di pasar yang terletak di muara Sungai Cerucuk ini. Mulai ikan jambal, tenggiri, tongkol, ilak, kakap merah, kerisi, bingkis, udang, kepiting rajungan, hingga kimak. Pendek kata semua jenis biota laut yang bisa dimakan ada dijual di pasar ikan ini. 

    Sekitar pasar ikan ini kita menemukan lokasi pemotretan sangat baik untuk mengabadikan sunrise. Persisnya di ujung pelabuhan pasar ikan, tempat penyeberangan perahu menuju ke Desa Juru Seberang. Pemandangan pagi hari di lokasi ini sangat mengagumkan. Saat sunrise muncul, akan tampak rona merah menawan. Seiring itu muncul pemandangan tersamar menjadi jelas, lalu lalang perahu nelayan yang mulai berangkat melaut, dan udara pagi yang segar. Jika sahabat berkunjung ke Pulau Belitung saya merekomendasikan lokasi ini sebagai pilihan untuk menikmati sunrise.

    Setelah selesai menikmati sunrise, kami langsung menuju ke penginapan untuk packing karena hari ini saya akan menikmatin keindahan bawah laut. Eitss tunggu dulu sebelum menikmati keindahan bawah laut, kami menuju tempat wisata Batu Mentas. Di sini, kami bermain air tawar dulu sebelum main air asin.

    Batu Mentas adalah sebuah kawasan hutan lindung yang terletak di Dusun Kelekak Datuk, Kecamatan Badau atau sekitar 30 km dari pusat kota Tanjungpandan. Batu Mentas yang berada di kaki Gunung Tajam ini memiliki potensi yang sangat luar biasa sebagai sebuah destinasti wisata terpadu. Keindahan alamnya berupa sungai yang sangat jernih yang berasal dari wilayah Gunung Tajam maupun hutannya yang masih sangat lebat dan alami, keunikan flora dan fauna, dan kehidupan masyarakat lokal menjadi keunggulan wisata ini. Apalagi ditambah adanya sentra kebun nanas dan ladanya plus keunikan seni budaya tradisional serta keahlian masyarakat membuat kerajinan anyaman dari rotan menjadikan Batu Mentas tempat yang sangat cocok buat Anda berlibur bersama dengan teman dan keluarga.

    Di tempat ini selain dijadikan sebagai tempat rekreasi, juga sebagai tempat pusat konservasi. Tarsius Bancanus Saltator adalah sejenis hewan primata yang hanya ada di Pulau Belitung. Masyarakat setempat menamakannya Pelilean. Untuk dapat melihat primata ini, sahabat dapat menyaksikannya di penangkaran yang memang sudah disiapkan oleh pihak pengelola. Selain itu sahabat juga dapat menyaksikan berbagai flora dan fauna yang sudah terancam punah dan langka seperti Pelanduk, Burung Siaw, Tupai Kelaras, serta tanaman hutan seperti Nibong Palay, Simpor Laki, Pelawan, Rukam, Sisilan, dll.

    Setelah kita berdua puas menikmati flora dan fauna kita mencoba bermain air. Yeay b,ermain air di sungai adalah hal yang paling saya suka. Sungai di sini sangat jernih. Puas bermain-main air, kami langsung bergegas menuju ke dermaga untuk melanjutkan perjalanan.

    Sesampainya dermaga kita menemukan teman-teman baru yang juga ingin menikmati keindahan di bawah laut.

    Seharian kita kemana aja? Kita berkunjung ke Pulau Pasir, Pulau Burung, Pulau Lengkuas, Pulau Kelayang, dan terakhir ke Pantai Tanjung Tinggi yang sering disebut Pantai Laskar Pelangi karena menjadi lokasi shooting film Laskar Pelangi. Seharian kita full time bermain air.

    Setelah seharian keliling pulau, kami berkumpul di suatu kafe dan menghabiskan malam kedua dengan bercerita pengalaman masing-masing saat liburan sambil menikmati kopi. Oh ya sahabat perlu diketahui di Belitung ini tidak ada tempat nongkrong yang 24 jam loh, dan akhirnya kita putuskan untuk berpisah jam sepuluh malam dan kembali ke penginapan untuk beristirahat.

    Tulisan ini sudah tayang di Catatanhariankeong

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.