Jangan Sepelekan Insomnia

Ilustrasi insomnia. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Insomnia sudah lama saya derita sejak berabad abad lalu. Eh kalau berabad-abad itu vampir ya. Lelah mengalami gangguan tidur, saya jadi ingin tahu apa penyebab insomnia. Saya terus mencari tahu bagaimana mengatasinya.

Jadilah saya browsing dan  menemukan banyak fakta dari berbagai penelitian yang dilakukan orang-orang barat mengenai insomnia ini. Katanya, insomnia merupakan keluhan tidur yang paling umum dialami orang dewasa di Amerika Serikat (AS). Sekitar 30-40 persen mengalami insomnia dan sekitar 10-15 persen mengalami insomnia kronis.

Hal itu dipublikasikan oleh National Sleep Foundation dalam Insomnia and Sleep di situs mereka, Sleepfoundation.org berdasarkan penelitian tentang gangguan tidur yang dilakukan oleh National Center for Sleep Disorders Research at the National Institutes of Health. Teryata, sekitar 30-40 persen orang dewasa AS mengalami insomnia di tahun tertentu, dan ada 10-15 persen orang dewasa lainnya mengalami insomnia kronis, yang sudah diderita selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Masih menurut Sleepfoundation.org, insomnia, yang dalam bahasa Latin diartikan sebagai "tidak tidur," adalah ketidakmampuan untuk tidur atau tetap tertidur. Insomnia juga digunakan untuk menggambarkan kondisi tubuh yang tidak segar saat bangun. Insomnia dapat menjadi masalah utama dalam diri individu atau karena penyebab lain, seperti gejala dari beberapa penyakit, atau kondisi lainnya seperti penggunaan obat-obatan.

Nah, supaya lebih komplit lagi penjelasannya, saya juga mewawancarai Dr. Andri, SpKJ, FAPM Psychosomatic Medicine Specialist dari RS Omni Alam Sutera. Menurut beliau, saat menemukan kasus insomnia, harus dilihat dulu apakah ini merupakan insomnia yang terkait dengan gangguan medis lain. Misalnya, penyakit jantung, kencing manis, prostat pada pria, penyakit paru obstruktif, radang sendi, atau kanker. Atau bisa juga insomnia yang terkait dengan gangguan kejiwaan seperti depresi, gangguan cemas, atau skizofrenia.

Lebih lanjut Andri memaparkan tentang penyebab insomnia karena pola tidur.  Menurut dia, saat ini terjadi banyak kasus anak muda yang mengalami insomnia terkait dengan perubahan pola tidur yang berlangsung lama seperti suka bergadang, bekerja shift malam atau sampai dini hari, sehingga melewati batasan waktu tidur yang sebaiknya terjadi yaitu sebelum jam 12 malam.”

SOLUSINYA

Untuk mengatasi insomnia, menurut Andri, harus diatasi dulu keluhan dasarnya, dan jika ada penyakit, diobati penyakit dasarnya. “Jika ada masalah gangguan jiwa, diobati gangguan jiwanya maka gangguan tidurnya juga akan membaik. Pada kasus yang berkaitan dengan perubahan pola tidur, perbaiki pola tidurnya,” kata Andri.

Soal obat yang harus dikonsumsi, psikiater ini menjelaskan bahwa pada beberapa kasus berat, obat insomnia yang sifatnya hipnotik tanpa efek samping sedatif/menenangkan lebih disarankan. “Apalagi kalau bisa yang bukan golongan benzodiazepine. Kalau tidak bisa juga maka dapat menggunakan obat antiinsomnia yang sifatnya menidurkan saja seperti estazolam."

Masalahnya, pasien kerap mendapatkan obat antiinsomnia golongan benzodiazepine yang efeknya menenangkan saja, seperti alprazolam, dikenal dengan merek Xanax. "Akhirnya malah suka keterusan dan susah lepas karena seringkali dasar penyakit penyebabnya justru tidak disembuhkan,” ujarnya. 

Nah..nah... jadi, telusuri dulu ya penyebab utamanya apa? Sehingga memudahkan dokter untuk memberi solusinya. Jangan ujug-ujug ak bisa tidur langsung minum obat tidur yaa... Kudu wajib konsultasi ke dokter!

Tulisan ini sudah tayang di Rahmaanandita






Kondisi Selain Penyakit yang Menyebabkan Menjadi Pelupa

5 hari lalu

Kondisi Selain Penyakit yang Menyebabkan Menjadi Pelupa

Orang yang mudah lupa atau pelupa tersebab berbagai faktor antara lain penuaan, kelelahan, kurang tidur, penyakit


Rebel Wilson Ungkap Alasan Menyukai Warna Pink dan Sumber Inspirasi Fashion

6 hari lalu

Rebel Wilson Ungkap Alasan Menyukai Warna Pink dan Sumber Inspirasi Fashion

Rebel Wilson mengakui bahwa berada di depan lampu yang berkedip di karpet merah bisa menyulitkan


Berbagai Pendapat tentang Astral Projection

10 hari lalu

Berbagai Pendapat tentang Astral Projection

Pengalaman visual di luar tubuh kejadian ini disebut astral projection


Mengenal Sindrom Fregoli, Gangguan Pengenalan Wajah

11 hari lalu

Mengenal Sindrom Fregoli, Gangguan Pengenalan Wajah

Sindrom fregoli adalah gangguan persepsi wajah-wajah yang tidak dikenal sehingga melahirkan identifikasi keliru dengan wajah-wajah yang lebih akrab.


Bukan Sekadar Rempah, Pala Bisa Atasi Insomnia

12 hari lalu

Bukan Sekadar Rempah, Pala Bisa Atasi Insomnia

Pala yang memiliki nilai jual telah diperdagangkan sejak masa Romawi ini memiliki banyak manfat kesehatan, salah satunya mengobati insomnia.


Susah Tidur Nyenyak? Setidaknya Coba Lakukan 4 Cara Ini

15 hari lalu

Susah Tidur Nyenyak? Setidaknya Coba Lakukan 4 Cara Ini

Sejumlah kegiatan dapat membantu untuk memperoleh tidur nyenyak dan berkualitas. Apa saja yang harus dilakukan dan dihindari?


Supaya Lebih Cepat Tidur Coba Tips Ini

17 hari lalu

Supaya Lebih Cepat Tidur Coba Tips Ini

Pernahkah Anda sudah berbaring di tempat tidur, tapi justru sulit tertidur?


4 Tips Melakukan Olahraga untuk Penderita Endometriosis

20 hari lalu

4 Tips Melakukan Olahraga untuk Penderita Endometriosis

Beberapa jenis olahraga cenderung menyakitkan bagi kebanyakan penderita endometriosis


10 Pose Bikram Yoga

24 hari lalu

10 Pose Bikram Yoga

Rangkaian latihan bikram yoga dilakukan di ruangan bersuhu 40,5 derajat Celsius


Pandangan Roh Keluar dari Tubuh atau Astral Projection antara Esoteris dan Medis

24 hari lalu

Pandangan Roh Keluar dari Tubuh atau Astral Projection antara Esoteris dan Medis

Banyak orang dari gerakan Zaman Baru atau New Age hingga dukun di seluruh dunia mengklaim astral projection itu bisa terjadi