Spot-spot yang Menarik di Seputaran Gunung Bromo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah jasa sewa kuda berada di lautan pasir Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis 8 November 2018. Lautan pasir merupakan salah satu tempat wisata yang digemari wisatawan dari luarkota maupun mancanegara. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    Sejumlah jasa sewa kuda berada di lautan pasir Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis 8 November 2018. Lautan pasir merupakan salah satu tempat wisata yang digemari wisatawan dari luarkota maupun mancanegara. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gunung Bromo terkenal akan keindahannya terutama saat sunrise. Kepopuleran Gunung Bromo terdengar sampai luar negeri. Tak mengherankan jika wisatawan yang datang ke gunung yang berada di empat wilayah di Provinsi Jawa Timur yakni di Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang itu juga berasal dari mancanegara. 

    Gunung Bromo mencapai ketinggian kurang lebih 2.392 meter dpl dan salah satu gunung yang tergolong aktif. Salah satu yang cukup menarik dari Gunung Bromo ini yakni suhu berkisar antara 2 derajat celcius hingga 20 derajat celcius. Setiap musim libur tiba, wisatawan menjamur untuk menikmati keindahan alam yang tersuguh di Gunung Bromo.

    Jika mengunjungi Gunung Bromo maka anda akan disuguhi pemandangan yang luar biasa indahnya. Di sana anda akan melihat kawah berdiameter 600 meter.

    Selain itu ada pula destinasi wisata lereng Bromo yang menarik dan sayang jika di lewatkan. Apa sajakah tempat wisata di sekitar Gunung Bromo ?

    1. Bangunan kuno Belanda

    Salah satu bangunan kuno peninggalan Belanda yaitu gedung putih rumahDibas Camat Sukapura yang merupakan peninggalan kolonial Belanda. Bangunan ini bekas gedung kopi yang dibangun pada 1818 dan dialihkan pada tahun 1912.

    Bangunan tersebut sekarang ditempati oleh SDN Sapikerep 1 yang juga masih terawat dengan baik. Bahkan di sekolah itu, masih terdapat bangku dan lemari kuno peninggalan kolonial Belanda tertanggal 8 Maret 1929.

    1. Kebun stroberi

    Kebun stroberi ini terletak di Desa Jetak, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Pemilik kebun stroberi ini adalah Kepala Desa Jetak. Luas kebun ini sekitar 800 meter persegi. Wisatawan dapat memilih, memetik bahkan mencicipi langsung stroberi yang segar dari pohonnya.

    Sudah disediakan keranjang untuk memetik stroberi harganya tergolong murah hanya Rp 40 ribu per kilogram. Sepintas tidak ada yang berbeda dari buah stroberi ini. Namun menurut para wisatawan stroberi khas Tengger lebih manis dengan tekstur kulit lebih empuk dibanding dengan stroberi lainnya.

    1. Berkuda

    Berkuda di kawasan lereng Bromo memang diminati wisatawan. Warga Suku Tengger memberi alternatif untuk menyewa kuda mereka untuk membantu wisatawan mendaki maupun melintas padang pasir dan padang rumput. Wisatawan menjadi sangat mudah untuk menaiki kawah Gunung Bromo.

    Anda bisa melihat lihat alam sekitar dengan menaiki kuda mengasyikan. Kuda-kuda tersebut mampu memikul beban lebih dari 100kilogram di punggungnya. Harga yang dipatok pun terbilang murah dengan 100 hingga 150ribu wisatawan bisa menaiki kuda tersebut hingga ke bibir kawah, wisatawan pun bisa pergi pulang menaiki kuda tersebut.

    1. Menikmati sunrise

    Anda dan keluarga bisa menikmati terbitnya matahari di sela Gunung Bromo jika dilihat dari lereng Gunung Pananjakan. Jika ingin melihat dan menikmati matahari terbit di Gunung Bromo anda harus berada di Pananjakan 1 yang memiliki ketinggian 2.770M dpl.

    Puncak Penanjakan 1 menjadi tujuan utama para wisatawan atau bagi pengunjung untuk menyaksikan indahnya matahari terbit dari gunung Pananjakan yang terkenal dengan sebutan “The Famous Of Sunrise." Di Gunung Pananjakan yang dimulai dari penjemputan di penginapan Bromo pada jam 03.00 dengan memakai jeep yang telah dipesan. Anda bisa memesan melalui online atau secara langsung.

    1. Cemoro Lawang

    Merupakan salah satu jalur menuju ke Taman Nasional Gunung Bromo, Tengger, dan Semeru atau lenih tepatnya menuju kawasan wisata Gunung Bromo. Jalur ini terbilang paling favorit karena merupakan jalur paling dekat menuju kawah Gunung Bromo dan fasilitas pendukungnya paling lengkap di antara yang lain.

    Lokasi Cemoro Lawang berada di lereng pegunungan Tengger. Wisatawan yang akan menuju Cemoro Lawang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi.

    Rata-rata wisatawan yang datang ke Cemoro Lawang menyewa tempat menginap untuk persiapan tur wisata Bromo yaitu menikmati sunrise. Dari Gunung Pananjakan, wisatawan disarankan untuk beristirahat terlebih dahulu karena melakukan perjalanan cukup jauh menuju tempat ini. Wisatawan bebas berjalan-jalqn di sekitar Cemoro Lawang sambil menikmati suasana disana.

    Bagaimana? Tunggu apalagi, mumpung sebulan lagi ada libur akhir tahun, segera rencanakan untuk pergi ke Gunung Bromo. 

    Tulisan ini sudah tayang di Kabarkecebong


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.