Parenting: Agar Anak Tak Banyak Ulah Saat Diajak Kondangan

Reporter

Ilustrasi orang tua dan anak (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Bagi orang tua muda seperti saya yang memiliki anak balita, kondangan kerap kali menjadi tantangan terbesar. Maksud hati kondangan sebagai ajang reuni silaturahmi, tapi seringnya kondangan adalah ajang kucing-kucingan mencari kemana hilangnya anak lanang.

Belum lagi kejadian-kejadian menabrak orang bawa pecah belah lah, gak sengaja nyenggol gelas, tiba-tiba naik ke pelaminan padahal lagi ada yang foto-foto dan doi gak kenal siapa, serta insiden-insiden yang bikin geregetan lainnya. Harapan sejak di rumah adalah saat kondangan bisa makan sembari ngobrol cantik diselingi ketawa-ketiwi mengenang masa lalu yang lucu. Namun nyatanya sampai di TKP realita berbeda 360 derajat.

Anak saya adalah balita aktif yang seringnya SKSD kebangetan sama orang and he loves to explore new things too, jadinya kalau kondangan ya berasa gedung itu sebagai playground baru doi aja. Belum lagi tiba saatnya doi ketemu teman-teman baru yang sebaya dan seumuran. Wah, jadilah geng balita dadakan yang bikin makin riuh repot para orang tua. Belum lagi moment berantem dan berebut ini itu. Bisa kali ya para wedding organizer menawarkan additional playground kepada para calon klien demi memenuhi aspirasi kami para emak ini.

kondangan

#littleS sibuk dengan gadget sambil nunggu antrian dipanggil photo

Nah, agar kondangan semakin membahagiakan emak dan juga pengunjung lainnya, maka perlu menciptakan suasana kondangan yang aman, nyaman, serta lebih kondusif. Setelah beberapa kali kondangan bersama #littleS yang berusia balita dengan beragam pengalaman, sekarang saya sadar betul how to make our kondangan moment nggak sehoror yang sudah-sudah.

Sebelum berangkat kondangan atau sewaktu di perjalanan selalu saya usahakan ngobrol sama #littleS tentang what is good and better to avoid saat di kondangan. Tapi namanya anak-anak, kadang bilang yes ngerti paham siap laksanankan tapi sampai TKP back to their world. Prinsipnya mah keeping my son wild tanpa merugikan orang lain sih, hahahahaha. Sooooo, here are the hype tips yang saya terapkan saat kondangan bersama #littleS:

  1. Kosongkan perut sebelum kondangan

1-2 jam sebelum kondangan (usually range time kondangan pagi is 10AM-1PM atau malam 7-10PM), #littleS cukup minum susu atau juice dan snack ringan saja agar pada saat tiba di tempat kondangan dia akan merasa lapar dan fokusnya sibuk dengan makanannya. Momen lari-larian pasti akan berkurang. Syukur-syukur selesai dia makan bisa langsung pulang. No more drama lari-larian deh.

  1. Feeding his favorite meal

Berhubung #littleS penyuka manis, opsi pertama setelah makanan berat adalah dessert seperti ice cream, pudding, buah, dan sejenisnya. Make sure saja makannya hati-hati dan diawasi. Biasanya kan kondangan standing party dengan minimal kursi, jadi potensi belepotan dan bececeran pasti ada. Teteeeuuup emak concern ke penampilan kece is number one ya booooo, hahahaha. Siap sedia tissue aja ya Moms, in this case wet tissue is my number one hero.

  1. Gadget is fine

Karena mostly kondangan jatuhnya saat weekend yang notabene bebarengan dengan gadget timenya #littleS, I think it is the perfect time to gadget-ing him. Content yang dilihat anak tetap harus dalam pengawasan ya bukibuk, ini PENTING. Biasanya gadget ini berlaku dan membantu banget saat antri ambil makanan dan juga antri hendak salaman memberi ucapan selamat kepada pengantin.

  1. Toys? Why not!

Gak mungkin lah bawa mainan segambreng ke tempa hajatan orang yakaaan, tapi kalau bawa mainan yang minimalis gak ada salahnya siy. Buat jaga-jaga aja. Setiap anak pasti memiliki mainan favorite mulai dari yang makan tempat sampai yang go-friendly alias ringkes banget. Kondangan ya bawanya his favorit toy yang super simple dan ringkes misalnya jam Geed Riser si alat berubahnya Utraman, Tandrock punyanya Power Pangers, Bima-X changer, dan sebangsanya (currently #littleS’s favorite toy soalnya nih). Mini figurine ataupun mini Nintendo juga bisa menjadi opsi lain bukibuk. Intinya mah yang simple dan gak ribet bawanya.

Processed with VSCO with a6 preset

Ngedeprok juga one of the gengges thing siy, beruntung lagi di acara nikahan keluarga dan sudah selesai

Processed with VSCO with a6 preset

His current favorite toy, Bima-X changer

Processed with VSCO with a6 preset

Masih on dengan gadget si peredam pecicilan dong

Dan sekarangpun no worry lagi dong kondangan membawa #littleS si balita yang sedang super ON aktif-aktifnya. Bagaimana cerita kalian para ibu dengan anak yang sama aktifnya? 

Tulisan ini sudah tayang di Amongtheflurry






Scarlett Johansson Ungkap Hubungan Unik Nama Kedua Anaknya Cosmo dan Rose

8 menit lalu

Scarlett Johansson Ungkap Hubungan Unik Nama Kedua Anaknya Cosmo dan Rose

Scarlett Johansson dan Colin Jost menikah tahun 2020, keduanya memiliki seorang putra bernama Cosmo


4 Jenis Pola Asuh Anak dan Dampaknya

4 jam lalu

4 Jenis Pola Asuh Anak dan Dampaknya

Dalam psikologis, dikenal 4 gaya pola asuh anak, yaitu pola asuh otoritatif, otoriter, permisif, dan pengabaian. Berikut adalah penjelasannya.


4 Mitos Pengasuhan Anak alias Parenting yang Harus Anda Tinggalkan

9 jam lalu

4 Mitos Pengasuhan Anak alias Parenting yang Harus Anda Tinggalkan

Seiring perkembangan zaman dan pengetahuan, berikut adalah empat mitos terkait pola asuh anak atau parenting yang sebaiknya Anda tinggalkan.


Cerita Meghan Trainor Dihantui Rasa Bersalah saat Melahirkan Putranya

10 jam lalu

Cerita Meghan Trainor Dihantui Rasa Bersalah saat Melahirkan Putranya

Meghan Trainor berbicara tentang perasaan bersalah saat putranya berada di unit perawatan intensif neonatal (NICU)


Sebab Banyak Pasangan Pilih Tak Punya Anak

11 jam lalu

Sebab Banyak Pasangan Pilih Tak Punya Anak

Punya satu anak atau tidak sama sekali atau childfree bukan tren baru di kalangan generasi milenial namun merupakan pilihan.


Alasan Generasi Milenial Pilih Punya Keluarga Kecil

17 jam lalu

Alasan Generasi Milenial Pilih Punya Keluarga Kecil

Psikolog menyebut beberapa alasan yang mendasari generasi milenial memutuskan untuk memiliki satu atau dua anak, bahkan tanpa anak.


4 Anak 11-13 Tahun Jadi Pelaku Kekerasan Seksual, Menteri PPPA: Hentikan Konten Asusila Dewasa

1 hari lalu

4 Anak 11-13 Tahun Jadi Pelaku Kekerasan Seksual, Menteri PPPA: Hentikan Konten Asusila Dewasa

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga menginstruksikan konten asusila dewasa yang mempengaruhi pertumbuhan anak.


Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini saat Anak Tantrum

1 hari lalu

Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini saat Anak Tantrum

Tantrum merupakan cara anak-anak kecil mengekspresikan kekesalan atau frustrasi mereka. Ini tahapan khas dalam pertumbuhan anak.


Cerita Shakira Melindungi Kedua Anaknya di Tengah Sorotan Perpisahannya dengan Gerard Pique

3 hari lalu

Cerita Shakira Melindungi Kedua Anaknya di Tengah Sorotan Perpisahannya dengan Gerard Pique

Shakira harus mengatasi kondisi dirinya sendiri, anak-anaknya dan hubungan pengasuhan bersama dengan Gerard Pique


Pentingnya Orang Tua Ajari Anak Bijak Main Media Sosial

3 hari lalu

Pentingnya Orang Tua Ajari Anak Bijak Main Media Sosial

Psikolog mengingatkan para orang tua untuk mengajari anak-anak bijak bermain media sosial demi mencegah dampak negatif.